Beritasumut.com-Pasca peristiwa dugaan percobaan bom bunuh diri Geraja Santo Yosep, Jalan dr Mansyur, Medan, Kapoldasu Irjen Pol Raden Budi Winarso telah memerintahkan semua satuan wilayah (Satwil) jajaran Poldasu agar meningkatkan kewaspadaan.Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman kasus ini untuk mengetahui motif pelaku."Usai kejadian Kapoldasu, Irjen Pol Raden Budi Winarso sudah memerintahkan Satwil sejajaran Poldasu agar meningkatkan kewaspadaan," jelas Kasubbid Penmas, AKBP MP Nainggolan saat ditemui wartawan, di Mapolda Sumut, Senin (29/08/2016).Upaya peningkatan kewaspadaan, lanjut MP Nainggolan, dilakukan dengan cara, melakukan pengamanan di rumah ibadah dan kegiatan patroli rutin. Untuk pengamanan rumah ibadah dilakukan pada saat umat sedang menjalankan ibadah. "Untuk pengamanan semua rumah ibadah juga sudah diinstruksikan. Begitu juga dengan patroli rutin," ucapnya.Atas kejadian ini, pihaknya mengimbau masyarakat Sumut, khususnya Kota Medan, agar tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Pihaknya menjamin, kondisi Sumut terutama Kota Medan dipastikan aman dan kondusif. "Kami imbau masyarakat supaya tidak terprovokasi. Percayakan sepenuhnya penanganan kasus ini pada Polri," tukasnya.Sebelumnya, ratusan jemaat Gereja Santo Yosep di kawasan Jalan dr Mansyur, Medan, berhamburan saat pelaku, IAH (18), warga Jalan Setia Budi, Gang Sehati, Kecamatan Medan Selayang berusaha menyerang Pastor Albret S Pandingan yang sedang berkutbah sembari menggendong ransel berisi bom rakitan, Minggu (28/08/2016) pagi, sekitar jam 08.45 WIB.Pelaku bahkan berusaha menyerang korban dengan senjata tajam yang dibawanya, beruntung sang Pastor berhasil menangkis serangan tersebut. Kejadian itu juga spontan direspon para jemaat yang menyaksikannya bercampur rasa takut karena melihat tas pelaku yang mengeluarkan percikan api saat berlalri menghampiri Pastor.(BS04)