Inilah Cerita Pastor Albert Pandiangan Saat Kejadian Bom Bunuh Diri di Gereja

- Minggu, 28 Agustus 2016 22:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir082016/7568_Inilah-Cerita-Pastor-Albert-Pandiangan-Saat-Kejadian-Bom-Bunuh-Diri-di-Gereja.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS03
Pastor Albert Pandiangan.
Beritasumut.com-Pastor Albert Pandiangan masih merasa syok usai dirinya menjadi target bom bunuh diri yang dilakukan oleh Ivan Armadi Hasugian. Saat ditemui beritasumut.com, Albert nampak keletihan usai menjalani pemeriksaan oleh polisi di Kepastoran Katolik, di Jalan Hayam Wuruk Medan, Minggu (28/8/2016). 

 

"Waktu saya membaca homili atau kitab injil di hadapan jamaat Gereja Santo Yosep, tiba-tiba Ivan yang sebelumnya mengikuti ibadah yang saya bawakan, berjalan sambil menenteng tas ransel yang dibawanya menuju ke arah saya. Yang buat saya heran, tas ransel Ivan, mengeluarkan asap dan percikan api. Saya lihat Ivan mulai mendekat saya," ujar Albert bercerita.

 

"Saya pun berusaha untuk menyelamatkan diri dengan cara berlari menuju tempat yang aman. Khotbah yang saya bawakan berhenti, saat terdengar suara ledakan. Ivan pun semakin berusaha mengejar saya. Dan saya lari ke arah jamaat. Saat saya lari dekat jamaat, barulah beberapa jamaat Gereja Katolik Santo Yosep menyelamatkan saya dari kejaran Ivan. Saat itu dia mengeluarkan kampak dan berusaha mengejar saya. Ivan mengayunkan kampaknya hingga mengenai tangan saya," sambung Albert yang mengaku masih syok dengan kejadian tersebut.

 

Selama ini, lanjut Albert, dirinya tidak pernah memiliki musuh. Karena itulah, Albert heran dengan upaya pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka."Saya pun heran kenapa Ivan  berusaha ingin membunuh saya. Padahal sebelumnya saya tidak mengenal Ivan, kok tiba-tiba datang ke Gereja Katolik Santo Yosep mau membunuh saya pakai bom bunuh diri yang dibawanya. Apalagi saya tidak pernah mempunyai musuh selama saya jadi pastur Gereja Katolik Santo Yosep," jelas Albert.

 

"Mudah-mudah kejadian ini tidak terulang lagi nantinya. Dan saya berharap Gereja Katolik Santo Yosep harus di pasang CCTV. Agar orang-orang yang ingin berbuat jahat seperti tadi  bisa diketaui dengan secepatnya. Ivan bukan seorang diri ingin membunuh saya, melainkan ada dua temannya yang berhasil kabur, saat bom tersebut meledak," pungkas Albert.(BS04)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Beredar Ancaman Bom di Pasar Sukaramai Medan

Peristiwa

Fungsi Binmas, Bhabinkamtibmas dan Intelijen Ditingkatkan

Peristiwa

Kapolda Sumut Instruksikan Pengamanan Rumah Ibadah dan Patroli Rutin

Peristiwa

Kodim 02/03 Langkat Antisipasi Dini Teror Bom

Peristiwa

Target Bom Bunuh Diri di Gereja Diduga untuk Membunuh Pastor

Peristiwa

Ada Tiga Orang yang Dicurigai Pelaku Rencana Bom Bunuh Diri