Beritasumut.com-Pastor Albert Pandiangan masih merasa syok usai dirinya menjadi target bom bunuh diri yang dilakukan oleh Ivan Armadi Hasugian. Saat ditemui beritasumut.com, Albert nampak keletihan usai menjalani pemeriksaan oleh polisi di Kepastoran Katolik, di Jalan Hayam Wuruk Medan, Minggu (28/8/2016). "Waktu saya membaca homili atau kitab injil di hadapan jamaat Gereja Santo Yosep, tiba-tiba Ivan yang sebelumnya mengikuti ibadah yang saya bawakan, berjalan sambil menenteng tas ransel yang dibawanya menuju ke arah saya. Yang buat saya heran, tas ransel Ivan, mengeluarkan asap dan percikan api. Saya lihat Ivan mulai mendekat saya," ujar Albert bercerita. "Saya pun berusaha untuk menyelamatkan diri dengan cara berlari menuju tempat yang aman. Khotbah yang saya bawakan berhenti, saat terdengar suara ledakan. Ivan pun semakin berusaha mengejar saya. Dan saya lari ke arah jamaat. Saat saya lari dekat jamaat, barulah beberapa jamaat Gereja Katolik Santo Yosep menyelamatkan saya dari kejaran Ivan. Saat itu dia mengeluarkan kampak dan berusaha mengejar saya. Ivan mengayunkan kampaknya hingga mengenai tangan saya," sambung Albert yang mengaku masih syok dengan kejadian tersebut. Selama ini, lanjut Albert, dirinya tidak pernah memiliki musuh. Karena itulah, Albert heran dengan upaya pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka."Saya pun heran kenapa Ivan berusaha ingin membunuh saya. Padahal sebelumnya saya tidak mengenal Ivan, kok tiba-tiba datang ke Gereja Katolik Santo Yosep mau membunuh saya pakai bom bunuh diri yang dibawanya. Apalagi saya tidak pernah mempunyai musuh selama saya jadi pastur Gereja Katolik Santo Yosep," jelas Albert. "Mudah-mudah kejadian ini tidak terulang lagi nantinya. Dan saya berharap Gereja Katolik Santo Yosep harus di pasang CCTV. Agar orang-orang yang ingin berbuat jahat seperti tadi bisa diketaui dengan secepatnya. Ivan bukan seorang diri ingin membunuh saya, melainkan ada dua temannya yang berhasil kabur, saat bom tersebut meledak," pungkas Albert.(BS04)