Beritasumut.com-Warga Sumatera Utara kembali dibuat geram dengan pemadaman bergilir yang dilakukan PLN. Pasalnya, sepanjang bulan Agustus, pemadaman kembali terjadi di wilayah Sumut. PLN Sumut berasalan pemadaman dilakukan karena adanya kerusakan pada mesin pembangkit. Alasan lama yang kembali dilontarkan oleh PLN. Menurut Sekretaris Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen (LAPK), Padian Adi Siregar, masyarakat harus melakukan perlawanan atas kedzaliman yang dilakukan PLN Sumut, karena sikap diam rakyat Sumut disalahartikan PLN dan bukan berarti rakyat pasrah akan kesewenang-wenangan PLN melakukan pemadaman parah. "Sesungguhnya satu dekade terakhir rakyat dan masyarakat sipil telah melakukan perlawanan baik melalui demo maupun gugatan hukum. Tetapi, upaya yang dilakukan tidak membuat petinggi PLN bergeming untuk menghentikan pemadaman dan melayani pelanggan listrik Sumut dengan baik," ujar Padian, Jumat (26/08/2016). "Boikot bayar listrik harusnya menjadi solusi paling efektif melakukan perlawanan terhadap PLN yang melakukan pemadaman bergilir dan sikap melawan hukum PLN yang tidak memberikan ganti rugi. Jika, PLN bisa tidak menjalankan kewajibannya memberikan pelayanan prima dan harusnya ada kompensasi terhadap pemadaman yang dilakukan," ajak Padian. Rakyat Sumut didorong melakukan gerakan sosial 'Boikot Bayar Listrik' sebagai simbol kemarahan rakyat kepada PLN yang selama ini tidak memilki upaya serius menuntaskan permasalahan pemadaman listrik di Sumut. Rakyat harus bersatu padu membangun simpul perlawanan bahwa rakyat sudah bosan dengan janji busuk PLN yang tidak melakukan pemadaman. Faktanya, rakyat dilakukan intimidasi psikologi oleh PLN untuk mau tidak mau harus menerima pemadaman yang dilakukan bertahun-tahun. "PLN sebagai operator tunggal ketenagalistrikan di Indonesia membuat PLN bersikap arogan mengabaikan kepentingan pelanggan dengan sesuka hati melakukan tindakan pemadaman dan menerapkan kebijakan yang memberatkan pelanggan. Akhirnya, rakyat hanya dapat berharap semoga PLN mengakhiri pemadaman listrik di Sumatera Utara dan tentunya atensi gubernur ikut merasakan penderitaan rakyat Sumut," pungkas Padian.(BS03)