Puluhan Warga Sei Beras Tolak Lokasi Pembangunan Sutet

Herman - Rabu, 24 Agustus 2016 13:12 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir082016/6923_Puluhan-Warga-Sei-Beras-Tolak-Lokasi-Pembangunan-Sutet.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/BS08
Warga berkumpul di areal lokasi pembangunan Sutet.

Beritasumut.com-Puluhan warga Sei Beras, secara bergerombol mendatangi lokasi pembangunan saluran udara tegangan ekstra tinggi (Sutet), yang terletak di Jalan Arwana I, Kelurahan Dataran Tinggi, Binjai Timur, Rabu (24/08/2016).Warga mengaku kedatangan mereka bukan untuk menghalang-halangi pembangunan Sutet tersebut, akan tetapi warga merasa dibohongi dengan janji-janji perusahaan listrik negara (PLN).Puluhan warga tersebut juga tidak puas karena kepala lingkungan (kepling) setempat yang bernama Doni, tidak mau mendatangi dan menemui warganya dengan alasan sedang bekerja."Kemana kami harus mengadu keluhan kami kalau tidak ke kepling, sementara kepling sibuk kerja, kalau di suruh ngurus surat yang ada uangnya, baru cepat bergerak," ucap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.Di tempat yang sama, Asrin Sihombing, salah seorang tokoh masyarakat di tempat tersebut, berharap agar pembangunan dihentikan untuk sementara, sebelum ada keputusan yang jelas dari pihak PLN."Kami bukan menghalang-halangi pembangunan ini, tapi kami belum mendapat sosialisasi kepada kami perihal dampak didirikannya Sutet ini, gimana ganti ruginya, sedangkan Sutet ini ada radiasinya, jadi apa kerja kepling disini??Masa keluhan warganya tidak didengarkan," ungkapnya kesal.Pantauan Wartawan di lokasi, para pekerja yang akan mendirikan tiang Sutet, terus melakukan pekerjaannya, sementara aparat keamanan dari Brimob Detasemen A Pelopor, terus berjaga-jaga untuk membuat kondisi tetap aman dan kondusif."Dulu kami pernah tanda tangan untuk menolak pembangunan ini, alasannya karena memang belum jelas ganti ruginya, apalagi kan ada dampaknya seperti wanita hamil dan anak anak balita," beber ibu Dewi, yang merupakan warga sekitar."Seharusnya kepling tanggap melihat semua ini, masa warganya tidak di berikan sosialisasi tentang dampak pembangunan Sutet ini," demikian.(BS08)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Penggerek Sawit Tewas Kesetrum Listrik

Peristiwa

Tanaman Kelapa Sawit Warga Ditebang Paksa Petugas PLN

Peristiwa

Mediasi Jalur Sutet, PLN Malah Tak Hadir

Peristiwa

Lagi, Warga Tuntuk Kompensasi Pembangunan Sutet di Binjai

Peristiwa

Terkait Proyek Pembangunan Sutet, Warga Binjai Tetap Protes PLN

Peristiwa

Pelanggan Kecewa, PLN Rayon Belawan Tak Hadiri Sidang BPSK