Enam Provinsi Darurat Kebakaran Hutan, BNPB Operasikan 8 Heli Water Bombing

Herman - Selasa, 23 Agustus 2016 14:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir082016/573_Enam-Provinsi-Darurat-Kebakaran-Hutan--BNPB-Operasikan-8-Heli-Water-Bombing.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Beritasumut.com-Bulan September adalah periode puncak kemarau. Biasanya bulan September juga merupakan puncak dari jumlah hotspot atau puncak panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Periode hotspot terbanyak dari karhutla di Sumatera dan Kalimantan selama Agustus hingga Oktober dengan puncak September.Mengantisipasi bencana asap akibat karhutla, maka 6 provinsi telah menetapkan status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan yaitu Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Periode siaga darurat karhutla masing-masing provinsi adalah Riau (01/03/2016 – 30/11/2016), Jambi (27/07/2016 – 14/10/2016), Sumatera Selatan (07/03/2016 – 30/11/2016), Kalimantan Barat (01/06/2016 – 01/09/2016), Kalimantan Tengah (11/07/2016 – 08/10/2016), dan Kalimantan Selatan (15/08/2016 – 15/11/2016). Gubernur Kalimantan Barat telah menyiapkan perpanjangan masa siaga darurat karhutla di Kalimantan Barat hingga November 2016."Adanya status siaga darurat tersebut maka adanya kemudahan akses bagi BNPB dan BPBD untuk menggerakkan potensi sumber daya yang ada. BNPB telah mengerahkan 8 helikopter water bombing, 2 pesawat water bombing dan 2 pesawat hujan buatan," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Selasa (23/08/2016).Di Riau ditempatkan 3 heli water bombing, 2 pesawat water bombing dan 1 pesawat Casa hujan buatan sejak. Total 21,7 juta liter air yang dijatuhkan heli dan pesawat water bombing untuk padamkan karhutla di Riau sejak 1 April 2016 hingga sekarang. Sedangkan untuk hujan buatan telah ditaburkan 40 ton garam (NaCl) ke dalam awan-awan potensial dari pesawat Casa. Hingga saat ini 2.937 hektar hutan dan lahan terbakar di Riau telah berhasil dipadamkan oleh tim satgas darat. Sebanyak 64 kejadian perkara dengan 79 orang tersangka ditangani oleh satgas penegakan hukum pada tahun 2016.Di Sumatera Selatan, BNPB menempatkan 2 heli water bombing dan 1 pesawat hujan buatan. Di Kalimantan Tengah ditempatkan 2 pesawat heli water bombing, dan di Kalimantan Barat ditempatkan 1 heli water bombing. BNPB sedang mempersiapkan pengiriman 1 heli water bombing dan 1 pesawat hujan buatan untuk dioperasikan di Kalimantan Barat.Penetapan status siaga darurat oleh 6 provinsi ini lebih baik jika dibandingkan sebelumnya. Pada tahun 2015, beberapa daerah mengalami keterlambatan penetapan status darurat karhutla sehingga penanganan menjadi tidak optimal. Api karhutla sudah terlanjur besar dan meluas sehingga sulit dipadamkan.(BS01)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Menteri LHK Beberkan Upaya Pemerintah Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan

Peristiwa

Siaga Hadapi Karhutla, Musim Mas Kolaborasi dengan Para Pemangku Kepentingan

Peristiwa

Operasi Karuna Toba 2023, Polrestabes Medan Ajak Warga Pancur Batu Cegah Kebakaran Hutan

Peristiwa

Tim Supervisi Polda Sumut Ajak Instansi Terkait di Binjai Cegah Kebakaran Hutan

Peristiwa

Waspadai Kebakaran Hutan dan Lahan, Presiden Kembali Ingatkan Pangdam hingga Kapolda

Peristiwa

Potensi Kemarau Panjang pada 2023, BNPB Siapkan Strategi Pencegahan Kebakaran Hutan