Gesek Enam Kali Kartu Debit, Pengunjung Keluhkan Pelayanan Karaoke Studio 89

- Senin, 15 Agustus 2016 20:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir082016/4208_Gesek-Enam-Kali-Kartu-Debit--Pengunjung-Keluhkan-Pelayanan-Karaoke-Studio-89.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut.com/Ist
Karaoke Studio 89
Beritasumut.com-Pelayanan yang diberikan manajemen Karaoke Studio 89 di Jalan Ring Road, Medan, mendapat keluhan dari pengunjungnya.Seperti halnya yang disampaikan Ketua PD II Gerakan Mahasiswa dan Pelajar (GMP) FKPPI Sumatera Utara, Thamrin Samosir. Sebagai konsumen Thamrin mengaku mendapat pelayanan yang buruk dari pihak karaoke tersebut.

 

Diceritakannya, pelayanan buruk yang dialaminya pertama kali terjadi saat dirinya memesan salah satu minuman yang dijajakan di tempat itu, Senin (08/08/2016) dinihari. Dimana, pekerja Studio 89, Yuni, mengambil minuman yang dipesannya tanpa seizinnya.“Saat itu saya memesan sebotol Smirnov. Semula waiters bernama Ningsih telah mengantarkannya ke ruangan saya sebanyak dua botol. Namun, si Yuni masuk kayak maling dan langsung mengambil minuman saya tanpa izin dan langsung keluar ruangan,” terangnya didampingi pengurus LBH FKPPI Sumatera Utara, Agus Arianto, dan Ketua Kosatgas Medan Timur, Cecep Kurniawan, Senin (15/08/2016).

 

Melihat kelakuan pelayan itu, Thamrin sempat merasa aneh namun tidak menegurnya. Selang 30 menit, Thamrin yang masuk bersama beberapa temannya memesan minuman yang sama sebanyak 2 botol. Lalu oleh pelayan Ningsih, diantarkan empat botol.

 

“Karena kebingungan, saya langsung meminta Ningsih untuk memanggil manajernya tetapi yang datang Captainnya bernama Santi. Saya lalu mempertanyakan masalah minuman tersebut, dan oleh Santi dijelaskan bahwa karaoke mereka sedang promosi minuman Smirnov tersebut dan memberlakukan sistem buy one get one (beli satu gratis satu, red),” tambahnya.

 

Mendengar pengakuan itu, lalu Thamrin menjelaskan apa yang telah dialaminya. Karena tidak terima, lalu Thamrin meminta pertanggung jawaban manajemen.“Setelah sempat berdebat beberapa lama, akhirnya manajemen menyampaikan permintaan maafnya,” jelasnya.

 

Persoalan kedua, jelas Thamrin, terjadinya saat dirinya membayar tagihan karaokenya. Tanpa sepengetahuannya, pihak manajemen menggesek hingga 6 kali kartu debit miliknya tanpa seizinnya.“Saya bayar tagihan menggunakan debit, mereka menggeseknya berkali-kali tanpa sepengetahuan saya. Hal ini diketahui, setelah saya mengecek transaksi saya ke ATM. Dan kemudian saya mengkomplainnya ke mereka,” tambah Thamrin.

 

Pengurus LBH FKPPI Sumatera Utara, Agus Arianto, menjelaskan, perbuatan yang dilakukan manajemen khususnya menggesek debit customer berkali-kali tanpa izin itu sudah tindakan pidana. Hal itu dapat dituntut sesuai aturan hukum yang berlaku.

 

“Kita sudah konfirmasi ke kantor cabang BRI terkait kasus ini, dan berdasarkan rekening Koran milik Thamrin, memang benar ada transaksi berkali-kali. Namun saat hal ini kita konfirmasi ke Studio 89, mereka mengaku belum menerimanya. Lalu kemana larinya uang klien kita ini? Manajemen Studio 89 harus bertanggungjawab atas persoalan ini,” tegas Agus.

 

Sementara Manajer Studio 89, Denis yang dikonfirmasi mengaku belum mengetahui peristiwa tersebut. Denis meminta waktu untuk mengkonfirmasinya dengan bagian keuangan mereka. Karena pihaknya tidak mengetahui data-data transaksi yang masuk terkait dengan pembayaran di Studio 89. (BS03)

 


Tag:

Berita Terkait