Beritasumut.com-Hujan yang tidak turun selama beberapa pekan membuat ratusan hektar areal pertanian di Kabupaten Langkat mengalami kekeringan, dan mengakibatkan lahan pertanian, khususnya sawah kering dan retak-retak.Lahan yang kering tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Stabat, Tanjung Pura, Brandan Barat dan Kecamatan Besitang. Seluruh lahan pertanian yang mengalami kekeringan adalah lahan pertanian tadah hujan, kekeringan ini akibat hujan yang tak turun selama beberapa pekan terakhir.Menurut Angga, salah seorang petani, hujan tak turun selama beberapa pekan membuat tanaman mereka kering, dan tanah retak-retak. “Sudah beberapa minggu ini di sini tidak turun hujan, jadi tanaman di sini kering semua, tanahnya pun pada retak-retak,” ujarnya, Sabtu (13/08/2016).Untuk mengantisipasi tanamannya agar tidak mati, para petani harus mencari sumber air yang jaraknya jauh dari areal persawahan mereka. “Biar nggak mati, kami ya harus ngambil air dari sungai, itu pun jauh dari sini, tambah biaya lagi lah bang," lanjutnya.Hujan yang tak kunjung turun menandai masuknya musim kemarau di Langkat. Para petai berharap, adanya bantuan pengairan dari pemerintah setempat, khususnya bantuan irigasi untuk lahan persawahan.(BS08)