Beritasumut.com-Anggota DPRD Sumut dari fraksi PDI Perjuangan, Effendi Panjaitan tutup usia 56 tahun karena menderita sakit yang sudah lama dideritanya, Rabu (10/08/2016), sekira jam 23.30 WIB di Rumah Sakit Elisabet Medan. Anggota Komisi E DPRD Sumut ini dijadwalkan akan disemayamkan di Rumah duka di Jalan Bunga Terompet No.2A, Padang Bulan, Medan, Sabtu (13/08/2016) mendatang. Effendi sebelum terjun ke dunia politik, merupakan mantan Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut. Pria kelahiran Medan pada 6 November 1960 tersebut selalu bergelut dalam bidang sosial, terutama memperjuangkan kelestarian lingkungan hidup melalui Walhi. Mulai dari Walhi (1996-2002), Sekjen Komite Independen Pemantan Pemilu (1997), LSM perburuhan sejak 1987, Forum Wahana Informasi Masyarakat (1996-1999), Pendiri Elsaka (Lembaga Studi dan Advokasi Kebijakan), Pendiri Sawit Watch Bogor, hingga menjadi pembina berbagai organisasi kemahasiswaan di Sumut. Efendi meninggal seorang istri Elviana Manalu (53) dan empat orang anak yakni Ricky Pangeran Adiputra Panjaitan (28), Yosephine Arta Panjaitan (26), Bob Immanuel Panjaitan (22), dan Melda Dessy Panjaitan (18). Kepastian meninggalnya mantan Ketua Komisi E DPRD Sumut ini dan masih menjabat Wakil Ketua Bidang Buruh DPD PDI Perjuangan ini juga diumumkan pihak Sekretariat DPRD Sumut melalui mikrofon gedung dewan, seraya menyampaikan rasa duka atas meninggalnya salah seorang anggota dewan yang selama ini dikenal sangat vokal terhadap kebijakan pemerintah yang salah. Ketua Fraksi PDI perjuangan DPRD Sumut, Zahir menyatakan, rasa kehilangan dan duka mendalam atas kehilangan sosok terbaik di kader PDI Perjuangan. Menurut Wakil Komisi E DPRD Sumut ini, sosok pribadi Effendi Panjaitan memiliki rasa kritis yang tinggi baik di Komisi E ataupun di partai. "Kami sangat dekat dan selalu diskusi. Selain di partai yang sama, di Komisi E kami juga memiliki satu pikiran dalam konteks membangun Sumatera Utara lebih baik lagi," jelasnya. (BS04)