Beritasumut.com-Tim gabungan dari Sahbara, Satres Narkoba Polresta Medan dan Polsek Medan Baru melakukan razia di Kampung Aur, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun. Razia dilakukan untuk mencari pelaku yang melakukan pengeroyokan kepada empat petugas Polsek Medan Baru, Senin (08/08/2016). Informasi yang didapat, aksi pengeroyokan dilakukan saat petugas dari Polsek Medan Baru melakukan penangkapan terhadap Joko yang diduga menjadi pengedar sabu. Saat diperiksa, beberapa masyarakat melihat petugas memasukkan sabu di kantong celana Joko. "Kedatangan kami ke Kampung Aur ini untuk mencari pelaku pengeroyokan empat petugas Polsek Medan Baru yang menjalankan tugasnya. Joko diduga bandar sabu memang sudah kami incar. Jadi kalau ada yang menyebut petugas menjebak Joko itu tidak benar semua," ungkap Kasatres Narkoba Polresta Medan Komisaris Pol Boy J Situmorang didampingi Kasat Sahbara Komisaris Pol Siswanda, Kapolsek Medan Baru Komisaris Pol Roni Bonik. Salah seorang warga yang tak mau disebut namanya mengungkapkan, razia tersebut dinilai salah tempat. "Yang melakukan pengeroyokan kan warga Jalan Badur, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun. Jadi petugas salah besar menuding warga Kampung Aur yang mengeroyok empat petugas Polsek Medan Baru itu," ujarnya. "Apalagi kalau masalah narkoba, kami paling anti sekali. Makanya kami pasang portal di depan jalan menuju Kampung Aur. Agar orang luar tidak gampang masuk. Bandar sabu di sini juga sudah tidak ada lagi," tambahnya. Dari pantauan di lapangan, ibu-ibu dari Kampung Aur terlihat gemetaran saat melihat petugas gabungan datang melakukan razia dan menangkap anak di bawah umur yang dituding melakukan pengeroyokan."Padahal anak-anak itu tidak tau apa-apa mengenai pengeroyokan. Kalau mau menangkap, tengok-tengok orangnya Pak, ini kok main asal tangkap saja kalian," teriak salah seorang ibu. (BS04)