Warga Secanggang Keluhkan PDAM Tirta Wampu

Redaksi - Minggu, 31 Juli 2016 12:01 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir072016/beritasumut_Warga-Secanggang-Keluhkan-PDAM-Tirta-Wampu.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/BS08
Seorang warga memperlihatkan bak yang kosong karena air mati.

Beritasumut.com-Masyarakat di Desa Karang Gading, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat mengeluh, pasalnya sudah dua hari ini distribusi air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Wampu itu mati, sehingga warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.Menurut Salim (46) warga Desa Karang Gading, Kecamatan Secanggang, Langkat mengaku kecewa dengan pelayanan diberikan PDAM Tirta Wampu.Dijelaskannya, selain air yang disuplai ke rumahnya tak layak minum dan sering keruh, dan bahkan rekening airnya juga mahal dan belakangan juga sering mati."Saya kecewa dengan pelayanan PDAM ini, sudah dua hari mati, bayarnya mahal, airnya pun keruh, butek tak layak konsumsi," keluhnya, Minggu (31/07/2016).Lebih lanjut Salim mengatakan, walaupun dirinya pelanggan PDAM Tirta Wampu namun dia tetap membeli air galon isi ulang untuk minum dan memasak.“Tambah pengeluaran lagi beli air isi ulang untuk minum dan memasak, karena air PAMnya gak layak untuk dikonsumsi," katanya dengan nada kecewa.Bahkan yang sangat mengecewakan lagi air PDAM di Desa Karang Gading sudah memasuki hari ketiga hari ini tidak mengalir ke rumah pelanggan tanpa ada pemberitahuan. Sudah ada beberapa warga yang tidak mandi karena tidak ada air.Keluhan masalah air juga disampaikan oleh sejumlah mahasiswa UIN yang melaksanakan pengabdian masyarakat dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Karang Gading, dimana mereka mengaku menimba air dari sumur tetangga padahal jumlah mereka banyak.“Susah kami pak untuk kebutuhan air dalam tiga hari ini kami harus menimba dari sumur gali,” kata salah seorang mahasiswi.Dia berharap, pihak pengelola air bersih lebih memperhatikan pelayanan kepada masyarakat ketimbang sibuk menagih tagihan air."Itukan (PDAM Tirta Wampu,red) perusahaan daerah, bukan swasta, jangan hanya mencari keuntungan saja, tapi ditingkatkan pelayanannya," kesalnya.Menanggapi hal itu, Ketua Forum Komunikasi Pelanggan (FKP) PDAM Tirta Wampu H Imam Fauzi Hasibuan SH, ketika dihubungi via seluler mengatakan, akan memberitahukan kondisi tersebut kepada pihak pengelola agar segera ditindaklanjuti."Nanti saya sampaikan kepada pihak PDAM agar segera ditinjau dan ditindaklanjuti keluhannya," ujarnya. (BS08)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Camat Kuala : Krisis Air di Kuala Karena Jurang Mengapit Kampung Lori dan Bangun Rayat

Peristiwa

Dua Kampung di Langkat Dapat Bantuan Air Bersih PT Tukindo

Peristiwa

Krisis Air Bersih Landa Dua Kampung di Kabupaten Langkat

Peristiwa

PT Inalum Atasi Krisis Air Bersih di Sukaramai Batu Bara