Pasca Kerusuhan di Tanjungbalai, Aparat Negara Minta Masyarakat Menahan Diri

Redaksi - Sabtu, 30 Juli 2016 19:05 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir072016/beritasumut_Pasca-Kerusuhan-di-Tanjungbalai--Aparat-Negara-Minta-Masyarakat-Menahan-Diri.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut.com/Ist
Pasca Kerusuhan di Tanjungbalai, Aparat Negara Minta Masyarakat Menahan Diri

Beritasumut.com-Pasca kerusuhan yang terjadi di Tanjungbalai, aparat negara di birokrasi pemerintahan meminta semua masyarakat agar menahan diri untuk kembali mengkondusifkan keamanan.

"Kita minta masyarakat agar menahan diri. Saat ini pihak keamanan sudah dan terus berupaya untuk mengendalikan keamanan semaksimal mungkin di Tanjungbalai dan daerah lainnya," ujarnya Gubernur Sumatera Utara, H Tengku Erry Nuradi kepada wartawan, usai menghadiri acara Musyawarah Masyarakat Adat Batak dan Rapat Kerja Nasional Punguan Simbolon Dohot Boruna di Parapat-Simalungun, pertengahan pekan ini.

Sementara itu, Kepala Badan Intelijen Negara atau BIN, Sutiyoso yang juga hadir dalam acara tersebut, menyakini kerusuhan di Tanjungbalai, Sumatera Utara tidak akan merembet ke daerah lain. "Keyakinan kita, hal ini tidak akan merembet ke daerah lain. Karena kejadian di Tanjungbalai itu sifatnya spontanitas," jelasnya.

Kepala BIN menilai kerusuhan yang terjadi di Tanjungbalai bukan karena ada masalah SARA, namun hanya spontanitas yang disebutkan akibat adanya protes adzan dari Masjid yang dinilai terlalu kuat oleh seorang warga Tionghoa. "Tidak merembet soal keyakinan," imbuh Sutiyoso.

Sutiyoso mengatakan, kerusuhan yang terjadi sudah bisa ditangani dengan baik. Dalam hal ini, menurutnya pihak kepolisian sudah punya pengalaman penanganan terhadap kejadian serupa yang terjadi di Papua. "Dengan pengalaman serupa yang sudah pernah terjadi di Papua, BIN yakin kerusuhan sudah bisa ditangani dengan baik," katanya.

"Masyarakat harus menahan diri karena negara kita terdiri dari beragam suku bangsa dan agama. Harus saling menghargai satu sama lainnya. Aparat juga diminta jangan lengah dan pemerintah daerah (pemda) juga harus turut membantu mengatasi konflik," ujar Sutiyoso.

Di kesempatan yang sama, Wakil Presiden Jusuf Kalla justru enggan berkomentar terkait kasus yang terjadi di Tanjungbalai. "Serahkan penanganan pada polisi," katanya sesaat sebelum meningalkan lokasi acara yang berada di kawasan Pantai Bebas, Parapat.

Menanggapi kejadian ini, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, menjelaskan pihak keamanan sudah dan terus mengendalikan situasi keamanan di Tanjungbalai setelah terjadi kerusuhan pada Jumat (29/07/2016) malam kemarin.

"Tujuh warga yang melakukan penjarahan sudah diamankan ke Mapolres Tanjungbalai untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Untuk menjamin keamanan di Tanjungbalai, pihak kepolisian terus menyiagakan personel di berbagai lokasi," tandas Humas Poldasu. (BS04)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Tiga Orang Diamankan Terkait Bentrok Warga dengan Petugas Penertiban Bangunan di Sampali

Peristiwa

Kepemilikan Senpi ESG, Warga Pancur Batu Minta Hakim Berdiri Tegak Lurus Berikan Putusan

Peristiwa

Warga Pancur Batu Desak Polrestabes Medan Ungkap Mobil dan Senpi Digunakan 5 Pelaku Serang Anggota IPK

Peristiwa

Aliansi Masyarakat Pancurbatu Apresiasi Kapolda Sumut Tangkap Godol

Peristiwa

Miliki Senpi Jenis Pistol dan Sajam, Polrestabes Ketua Brigsus PKN Sumut Ditetapkan Tersangka

Peristiwa

Terkait Bentrok di Pancur Batu, Edi Suranta Gurusinga Ditangkap Polisi