Beritasumut.com-Faktor dorongan ekonomi dan tergiur upah yang dijanjikan, selalu menjadi alasan utama para calon penumpang yang diamankan di Bandara Kuala Namu hingga nekat berusaha menyelundupkan sabu-sabu.
Seperti pengakuan Ronal Saroinsong (40) warga warga Desa Pakowa, Wanea, Makassar dan Rani Reep (36) istri Ronal warga Perumahan Taman Yasmin Indah Blok G No 16 Kelurahan Kassi-Kassi, Makassar.
Pasutri itu adalah calon penumpang Citilink QG 927 tujuan Makassar transit Bandung yang diamankan pada Jumat (29/07/2016) saat menjalani pemeriksaan di Security Chek Poin (SCP) I di lantai III Bandara Kualanamu.
Saat ditemui di security building Bandara Kuala Namu, Ronal yang tidak memiliki pekerjaan tetap ini mengaku dirinya dijanjikan akan diberikan upah Rp 15 juta jika sabu tersebut sudah sampai di Makassar. “Dijanjikan Rp 15 juta jika sabu sudah sampai di Makassar,” ungkap Ronal.
Lanjut Ronal, dirinya dan istrinya Rani khusus datang ke Medan dari Makassar untuk menjemput sabu. “Kami tiba dari Makassar pada Rabu malam lalu. Kami menginap di hotel Aston Medan,” ujar Ronal.
Ronal mengatakan, sabu tersebut diterimanya dari seorang pria yang tak dikenalnya di Jalan Asia, Medan pada Kamis (28/07/2016).
“Sabunya dikasih oleh seorang pria berkulit hitam. Aku tidak mengenalnya dan kami komunikasi hanya lewat hp saja. Saat sabu diserahkan masih utuh dan dibungkus kemasan gula Cina, aku tidak tau berapa berat totalnya,” kata Ronal. (BS05)