Nonton Film Untuk Angeline di Hermes XXI Medan Bareng Artis dan Kak Seto

Redaksi - Kamis, 28 Juli 2016 23:12 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir072016/beritasumut_Nonton-Film-Untuk-Angeline-di-Hermes-XII-Medan-Bareng-Artis-dan-Kak-Seto.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut.com/BS02
Nonton Film Untuk Angeline di Hermes XII Medan Bareng Artis dan Kak Seto

Beritasumut.com-Siapa tak kenal Angeline? Anak perempuan asal Bali yang menjadi korban kekerasan hingga tewas di tangan orangtua angkatnya tahun 2015 silam. Tragisnya kematian Angeline bagaikan cambuk keras bagi Indonesia untuk lebih peduli terhadap nasib anak-anak. Film Untuk Angeline bagian dari kampanye menolak aksi kekerasan terhadap anak tersebut. Film besutan sutradara Jito Bayu ini tak henti menyuarakan gerakan anti kekerasan tersebut dengan menghadirkan sejumlah artis dan sosok Sahabat Anak, Dr Seto Mulyadi SPsi MSi atau yang lebih kerap disapa Kak Seto.

"Film ini dimaksudkan untuk memperingati Angeline sekaligus menyuarakan gerakaan anti kekerasan. Jangan ada lagi Angeline-Angeline lain yang mengalami kasus serupa ini. Kita ingin mengingatkan masyarakat agar lebih peduli dan sadar hukum. Anak-anak Indonesia punya lembaga perlindungan hukum. Apabila ada kasus seperti ini dan dibiarkan oleh masyarakat, maka bukan hanya pelaku yang dikum tetapi juga yang tahu dan membiarkan," kata Kak Seto kepada beritasumut.com dalam acara nonton bareng film Untuk Angeline di Hermes XXI, Kamis (28/07/2016).

Pria kelahiran Klaten, 28 Agustus 1951 ini mengakui, saat ini Indonesia termasuk dalam kategori darurat kekerasan anak. Oleh karena itu perlu dukungan dari masyarakat dan para orangtua untuk lebih waspada. Praktik-praktik adopsi yang tidak jelas surat-suratnya juga termasuk tindakan kriminal.

Dia menilai, pengetahuan, kesadaran, dan perhatian dari para stake holder semisal Kepala Desa, Ketua RT/RW, Guru, tokoh masyarakat dan lainnya akan berdampak pada pelaporan kasus-kasus kekerasan anak."Kita tahu, meninggalnya Angeline adalah potret buruk dari kurangnya kesadaran dan perhatian tersebut. Ini adalah kesalahan kita bersama, karena itu perlu kita waspadai dan kita jadikan pelajaran agar anak-anak Indonesia bisa tumbuh dan berkarya," paparnya.

Sementara itu, Hans De Kraker salah satu pemain film Untuk Angeline yang juga berperan sebagai Papa Jhon juga ikut andil dalam kampanye anti kekerasan anak. "Anak-anak harus dilindungi. Jangan biarkan ada kasus kekerasan anak. Stop Child Abuse," tegas Hans dengan aksen khas bulenya. (BS02)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Legimin Raharjo dan Iksan Chan Motivasi Pemain Muda Akademi Sekolah Sepak Bola

Peristiwa

Judi Tembak Ikan Terus Beroperasi, Warga Sibiru-biru Minta Tindakan Tegas Kepolisian

Peristiwa

PN Medan Periksa Bukti Tambahan Gugatan Buruh PT Tor Ganda

Peristiwa

Sambut Waisak, Umat Buddha Tebar Eco Enzyme di Sungai dan Danau di Sumatera Utara

Peristiwa

Bamsoet Masuk Komisaris Independen LPKR, Lippo Karawaci Umumkan Susunan Direksi Baru

Peristiwa

Tor Ganda Mangkir, Sidang Perdana Gugatan Pembatalan Perdamaian 34 Eks Pekerja Ditunda