Harga Orangutan Hingga Ratusan Juta, UU Hewan Dilindungi Perlu Revisi

Redaksi - Rabu, 27 Juli 2016 20:10 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir072016/beritasumut_Harga-Orangutan-Hingga-Ratusan-Juta--UU-Hewan-Dilindungi-Perlu-Revisi.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut.com/Ist
Orangutan

Beritasumut.com-Pada Selasa (26/07/2016) kemarin, tim Mabes Polri bekerjasama dengan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) berhasil mengamankan empat satwa primata Orangutan di Jalan SM Raja tepatnya di depan Mesjid Raya Medan. Harga penjualan Orangutan memang cukup fantastis. Untuk satu satwa primata harganya mencapai ratusan juta.

Dari empat satwa yang dilindungi itu, tiga satwa di antaranya masih berusia setahun. Sedangkan satu satwa lagi, berusia dua tahun."Selama ini satwa primata itu dijual melalui media-media sosial karena memang harga-harga dari primata ini sangat mahal. Bahkan cukup eksotis. Sebab, tidak ada di daerah-daerah lain (luar Indonesia) dan peminatnya juga banyak," kata Ketua JAAN, Benfica di Mapolda Sumut, Rabu (27/07/2016).

Menurutnya, hingga Juli 2016 ini, JAAN berhasil menyelamatkan enam individu Orangutan yang masih bayi. Belum lama ini pihaknya juga berhasil mengamankan warga negara asing asal Jerman yang membawa dua individu Orangutan yang mau diselundupkan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) di Cengkareng.

"Orangutan itu diikat di betis kakinya. Ada juga Siamang yang mau coba diselundupkan yang dibawa ke Rusia. Saat itu, dari Jakarta dibawa oleh orang Rusia melalui jalan darat ke Bali. Dari Bali itulah, mau diselundupkan ke Rusia melalui jalur penerbangan," kata Benfica menambahkan.

Upaya penyelundupan itu terjadi, sebutnya, karena minimnya penjagaan di jalur-jalur perbatasan Indonesia. Selain itu, ada juga faktor lainnya. Misalnya, banyak jalur tikus di Pulau Sumatera."Melalui pelabuhan kecil itu seperti Tuna yang juga mendukung upaya penyelundupan tersebut karena penjagaan minim," ungkapnya.

Terkait itu, dia pun menilai UU No.5/2005 masih lemah dan tidak relevan dengan kenyataannya. Sehingga pihaknya meminta UU tersebut harus direvisi. "Itu wajib (direvisi). Sudah tidak relevan lagi karena cuma denda Rp 100 juta," sebutnya.

Terkait empat individu Orangutan itu, berasal dari Aceh yang mau masuk ke Medan. Ia menduga, keempat individu Orangutan ini mau dibawa ke Pulau Jawa untuk dijual. Biasanya, kalau individu Orangutan yang sudah berusia tiga tahun, lebih muda. Jika di bawah usia itu, biasanya mencapai puluhan juta."Sampai Jawa bisa ratusan juta kalau yang masih bayi. Habitat Orangutan juga telah berangsur punah. Rencana mau dibawa ke Sumatera Orangutan Conservaton Programe di Desa Mbelin, Desa Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang," tegasnya.

Sementara itu, Subdit IV/Tipiter Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumut yang menerima empat satwa primata ini, akan melakukan melakukan investigasi bersama tim dari Mabes Polri. Kasubdit IV/Tipiter, AKBP Robin Simatupang menyatakan, empat individu satwa primata itu disita dari penangkaran ilegal milik warga. Kata dia, seseorang yang diduga pemilik rumah diamankan.

"Satu orang pelaku diamankan dari lokasi, warga negara Indonesia," singkat Robin tanpa menyebut identitas pelaku yang dimaksud.Langkah selanjutnya, Polda Sumut juga kan melakukan kordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), terkait empat Orangutan tersebut. "Untuk Orangutan ini nanti akan kita koordinasikan dengan BKSDA dulu," pungkasnya. (BS04)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Polda Sumut Sita Satwa Dilindungi Dari Hairos Indah dan Mora Indah

Peristiwa

Sempat Diselundupkan ke Malaysia, Sepasang Bayi Orangutan Dipulangkan ke Indonesia

Peristiwa

Turis Selandia Baru Digigit Orangutan di Bukit Lawang