Kepala Mantan Kades Ujung Meriah Robek Usai Dipukul Pakai Balok

Redaksi - Rabu, 27 Juli 2016 12:11 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir072016/beritasumut_Kepala-Mantan-Kades-Ujung-Meriah-Robek-Usai-Dipukul-Pake-Dibalok.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ilustrasi

Beritasumut.com-Kepala mantan Kepala Desa (Kades) Ujung Meriah Kecamatan Gunung Meriah, Uin Purba (45) robek dipukul S Saragih (67) dan R Saragih (30) dengan menggunakan kayu balok.Akibatnya Kades masa jabatan 2009-2015 itu mendapat 4 jahitan di bagian belakang kepala dan harus mendapatkan perawatan medis di RS Grand Medistra Lubuk Pakam, Rabu (27/07/2016).Sebelumnya, Uin Purba duduk-duduk sambil minum kopi di warung milik Amir Perangin-angin yang berjarak tak jauh dari kediamannya. Namun tiba-tiba datang E boru Tarigan yang tak lain adalah istri S Saragih.Kedatangannya pun, disebutkan korban, sambil marah-marah. Namun saat itu kemarahannya tak diketahui ditujukan kepada siapa. “Aku saja tak tahu merepet sama siapa boru Tarigan itu di warung. Tak mau ikut campur karena mamak-mamak, aku terus pulang ke rumah,” kata Uin Purba.Anehnya, tak lama sampai di rumahnya, tiba-tiba S Saragih dan R Saragih, anaknya datang ke halaman rumah korban sambil marah-marah. Karena merasa tak ada masalah, Malem Ukur Ginting (40) istri korban menjumpainya dan menyarankan agar keduanya pulang.“Kusarankan biar mereka pulang karena malu dilihat orang. Lagi pulak aku tak tahu apa yang dibilangnya sambil maki-maki. Makanya aku bingung karena awalnya kami tak ada masalah. Malah dibilangnya pulak kami menceritain mereka,” terang Malem Ukur.Dikira tidak ada masalah, sepulang S Saragih dan R Saragih, istri korban langsung masuk ke rumah. Namun tak lama di dalam rumah, S Saragih dan R Saragih datang kembali sambil membawa kayu balok sebesar genggaman tangan.Bapak dan anak itu marah-marah sembari memanggil pasutri itu supaya keluar dari rumah. Karena tak ada persoalan, korban dan istrinya keluar dari dalam rumah menuju halaman depan. “Kami keluar karena merasa tak ada masalah,” ujar Malem Ukur Ginting.Setelah berhadapan dan akan menanyakan apa tujuan kedatangan S Saragih dan anaknya, tiba-tiba bapak dan anak itu langsung mengayunkan kayu balok ke arah korban. Karena tak bisa mengelak, kayu balok pun mengenai bagian belakang korban hingga berdarah.Usai melakukan aksi itu, bapak dan anak itu langsung meninggalkan lokasi. Sedangkan korban dan istrinya pergi ke Polsek Gunung Meriah untuk melaporkan kejadian yang dialaminya. Karena kondisi kepalanya berdarah, pihak Polsek Gunung Meriah menyarankan kepada korban agar berobat dulu. “Tadi sudah datang ke Polsek tapi belum buat laporan. Disarankan berobat dulu, baru sekalian nanti buat laporan,” kata Kapolsek Gunung Meriah AKP Diman Hutauruk.(BS05)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Polisi Bekuk Pelaku Tunggal Pembunuh Mahasiswa UMA di Patumbak Dijerat Pasal Berlapis dan Berat

Peristiwa

Pelaku Pembunuhan Sadis yang Mayatnya Dibuang ke Sumur di Tanjung Selamat Terancam Hukuman Mati

Peristiwa

Wanita Warga Menteng Medan Tewas Dirampok Kekasih, Jasadnya Dibuang ke Kebun Tebu Diski

Peristiwa

Tiga Terdakwa Pembunuhan Wartawan Dituntut Hukuman Mati

Peristiwa

Kades Kohod Jadi Tersangka Kasus Pemalsuan Dokumen Pagar Laut Tangerang

Peristiwa

LBH Medan Desak Pomdam I/BB Tetapkan Koptu HB Sebagai Tersangka