Menteri Pertanian: Juli Hingga September Lintasan Kritis Masa Tanam

Redaksi - Senin, 25 Juli 2016 15:48 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir072016/beritasumut_Menteri-Pertanian--Juli-Hingga-September-Lintasan-Kritis-Masa-Tanam.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Mentan Amran Sulaiman.

Beritasumut.com-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pihaknya berupaya untuk meningkatkan produksi padi di Indonesia dengan mengubah pola masa tanam. Pasalnya pada bulan Juli-Agustus-September merupakan waktu yang harus dijaga ketat, dan ini merupakan kritikal poin, lintasan kritis untuk masa tanam. “Dalam bulan tersebut selama negara ini ada selalu jadi bulan luas tambah tanamnya defisit sehingga dampaknya terjadi bulan panceklik pada bulan Desember- Januari-Februari,” ujar  Andi, saat Rapat Koordinasi Pangan Lingkup Pemprov Sumut, di Kantor Gubernur Sumut, Senin (25/07/2016).Dikatakan Mentan tahun lalu produksi padi dalam setahun hanya 500 ribu ton. Makanya tahun ini pihaknya menargetkan mencapai dua kali lipat produksi yakni 1 juta hingga 1,2 juta ton sehingga bulan panceklik yakni Desember-Februari sudah tidak ada lagi. “Makanya kita ubah masa tanam, biasanya bulan Juli hingga September itu kita tidur, sekarang kita bangunkan. Petani yang tidur, traktor tidur dan lahan tidur kita bangunkan. Sehingga sekarang selesai panen maka langsung kita kembali tanam, termasuk kita juga membenahi irigasi kita,” jelasnya.Dalam kesempatan itu, Mentan juga memaparkan perkembangan peningkatan produksi pertanian di Indonesia. Dimana Indonesia saat ini sudah melakukan penurunan impor secara ekstrim yakni sebesar 47 persen, selain itu berdasarkan survey indeks Global Food Security Indeks skor perubahan lompatan ketahanan pangan Indonesia berada pada urutan ke 66 dari 113 negara. “Ini merupakan lompatan yang luar biasa dan merupakan perubahan terbesar yang telah kita lakukan,” paparnya.Mentan mengatakan, pencapaian yang telah dilakukan ini merupakan hasil dari kerja keras besama, sehingga ke depan Indonesia tidak mewariskan impor pangan kepada generasi selanjutnya. “Di sisi lain indeks persentase kepuasan petani kepada pendamping untuk TNI juga luar biasa mencapai 89, 5 persen, ini menunjukkan bahwa sudah ada sinergitas yang baik dan menyatu antara pemerintah, masyarakat juga TNI,” jelasnya.(BS03)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Sumut Harus Masuk Tiga Besar Nasional Produksi Pajale

Peristiwa

Dandim 0209/Labuhan Batu dan Dinas Pertanian Sumut Gelar Evaluasi Percepatan LTT

Peristiwa

Gubernur Akui Pembangunan Pertanian Sumut Sulit Mencapai Skala Ekonomis

Peristiwa

Pangdam I BB: Pakta Integritas Jangan Hanya di Atas Kertas

Peristiwa

Menteri Pertanian: Jika Produksi Turun, Subsidi Akan Dikurangi

Peristiwa

Anggaran Pajale Rp 510 Miliar di Sumut Mengendap