Korban Keracunan Minta PT Sari Roti Ditutup

Redaksi - Jumat, 22 Juli 2016 21:55 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir072016/beritasumut_Korban-Keracunan-Minta-PT-Sari-Roti-Ditutup.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut.com/Ilustrasi
Keracunan

Beritasumut.com-M Rivai Tanjung, warga Jalan M Jamil/Jalan Perhubungan, Bandar Kalipah, Deli Serdang, yang diketahui juga merupakan korban roti sandwich kadaluarsa produk Sari Roti, mengaku terkejut dengan kejadian yang menimpa keluarga Cerita Tionia Sihotang.

"Benar, ada lagi yang keracunan ya? Saya pikir, saya dan anak-anak sayalah yang terakhir menjadi korban dari produk kadaluarsa Sari Roti itu. Ternyata, saya adalah orang pertama yang menjadi korban. Buktinya, ini ada lagi yang keracunan Sari Roti," kata Rivai yang dikonfirmasi via seluler.

Mengenai hal ini, Rivai meminta penegak hukum, dalam hal ini kepolisian untuk mengusut tuntas kasus itu. Selain itu, dia juga meminta agar pihak terkait ataupun pemerinta, untuk segera menutup perusahaan yang memproduksi roti merk Sari Roti itu. "Kita minta Kapolda ataupun pihak terkait, untuk menutup pabrik dan perusahaannya. Nama perusahaannya itu PT Nippon Indosari Corporindo Tbk. Ini supaya tidak ada lagi korban akibat produk yang tak bermutu itu. Kalau bermutu, tidak mungkin ada korban seperti ini," jelasnya.

Rivai juga meminta, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Erry Nuradi untuk memberi perhatian serius dalam kasus ini. "Kita juga minta gubernur memberi perhatian dalam kasus ini. Kita minta beliau (Erry) untuk mengeluarkan rekomendasi agar perusahaan dan pabrik yang memproduksi Sari Roti ditutup," tegasnya.

Untuk diketahui, Rivai merupakan ayah dari tiga anaknya, SA (5), I (3) dan R (2), yang menjadi korban roti sandwich kadaluarsa produk Sari Roti yang dibelinya dari Alfamidi Tembung pada, Selasa, 19 Januari 2016 lalu.

Kasus inipun sempat bergulir di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). "Sudah sampai putusan sidangnya. Dan waktu itu, BPSK merekomendasikan agar ada ganti rugi sebesar Rp2,5 juta. Dan anehnya, ganti rugi itu bukannya dari Sari Roti atau PT Nippon itu, tapi dari Alfamidi. Dan saya tegaskan, saya tak mau menerima uang Rp2,5 juta hasil putusan BPSK itu. Sampai sekarangpun, saya tak pernah menerima uang atau ganti rugi apapun dari Sari Roti," tandas Rivai.

Produk Sari Roti expired juga pernah ditemukan Zulham, warga Jalan Rajawali II, Kelurahan Kenangan Baru, Kecamatan Percut Seituan.Zulham, menceritakan dia menemukan belasan roti Sandwich produk Sari Roti yang sudah expired namun masih tetap terpajang di minimarket Indomaret di Jalan Darussalam Medan, Rabu, 24 Februari 2016 lalu, sekitar jam 00.15 Wib.Padahal tertera di bungkus roti itu, masa expirednya adalah Selasa (23/02/2016).

Namun sayang, roti produk Sari Roti itu belum sempat dibelinya, karena Zulham spontan langsung menegur para pegawai Indomaret."Eh dek nggak tau kalian Roti Sari Roti lagi hangat di media tentang dugaan beracun. Tapi kok kalian pajang juga yang sudah expired di sini," tegur Zulham, saat itu.

Mendengar teguran itu, karyawan Indomaret tersebut langsung tergesa-gesa mengutip Roti Sandwich Sari Roti yang sudah tak layak tersebut. Namun, sedikit kata pembelaan yang keluar dari lelaki berseragam Indomaret itu."Orang Sari Roti semalam yang menyusun roti ini bang, mungkin tidak terlihat orang itu," sebutnya karyawan Indomaret saat itu.

Setelah menyelesaikan pembayaran atas sejumlah barang yang dibelinya, Zulham, lantas bergegas pulang. Di tengah perjalanan pulang, Zulham, yang penasaran, kemudian kembali singgah ke Indomaret Jalan Letjen S Parman. Di sana, Zulham menemukan pemandangan yang sama. Dia mendapati, sejumlah roti Sandwich produk Sari Roti kadaluarsa bertanggal 23 Februari 2016 juga masih dipajangkan.Zulhampun langsung membelinya, dengan bukti struk pembayaran tertanggal 24 Februari 2016 dinihari.(BS02)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Keracunan Roti, DPRD Deli Serdang Diminta Segera Panggil Sari Roti

Peristiwa

Terkait Keracunan Usai Makan Roti, Anggota Dewan Minta Perusahaan Sari Roti Ditutup

Peristiwa

Sebabkan Keracunan, Sari Roti Bantah Tak Menjual Roti Kadaluarsa

Peristiwa

Usai Makan Sari Roti dan Selai Papa Roti, Satu Keluarga di Pancurbatu Keracunan

Peristiwa

RDP Komisi E dengan Produsen dan Pihak Terkait Batal Digelar

Peristiwa

Puluhan Pelajar SMA Negeri 1 Pancur Batu Keracunan Makanan