Sebelum Terbang ke Mekah, Jamaah Haji Wajib Divaksin Meningitis

Redaksi - Jumat, 22 Juli 2016 18:42 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir072016/beritasumut_Sebelum-Terbang-ke-Mekah--Jamaah-Haji-Wajib-Divaksin-Meningitis.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut.com/Ist
Jamaah haji Indonesia diwajibkan melakukan vaksin sebelum terbang ke Mekah

Beritasumut.com-Kepala Bidang Bina Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut), dr NG Hikmet mengaku bahwasanya saat ini, vaksin meningitis yang ditujukan untuk jemaah haji asal Sumut sudah terdistribusi ke sejumlah daerah.

Hikmet menerangkan, vaksin meningitis itu sebaiknya disuntikkan ke jamaah, yakni 2 minggu sebelum keberangkatan. Sebab, terbentuknya anti bodi berada dalam kurun waktu 10 hingga 15 hari usai vaksin disuntikkan."Tapi di daerah, umumnya penyuntikan vaksin sering dilakukan sebelum keberangkatan. Karena, jamaah haji di daerah, kesadarannya atas vaksin masih rendah, sehingga harus dipanggil-panggil terlebih dahulu," terangnya.

Jika sudah divaksin, maka selanjutnya para jamaah haji akan diberikan sertifikat dari Kantor Kesehatan Pelabuhan. Hal itu wajib, apalagi kerajaan Arab Saudi mengharuskan vaksin meningitis itu dilakukan sebelum masuk kenegaranya."Jadi, jangan ada yang tidak mau disuntik. Kalau tidak divaksin, dikhawatirkan tertular, sebab seluruh negara yang endemis meningitis juga berada disana," sebutnya.

Meningitis itu sendiri, lanjut Hikmet merupakan penyakit infeksi pada selaput mening di dalam otak. Akibatnya, otot polos menjadi kejang yang selanjutnya berpengaruh pada otot pernapasan, yang dapat menyebabkan kematian.

"Kalau sudah divaksin maka tidak akan tertular, jikalaupun sampai tertular, hanya akan ringan saja. Untuk efektivitas imun vaksin yang terjamin mencapai sekitar 6 bulan, jadi bagi jamaah yang baru pulang umroh tidak perlu divaksin walau jika divaksin lagi tidak ada masalah," pungkasnya (BS02)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Latihan Paskibra Binjai Dipandu Kodim, Polwan, dan Dispora

Peristiwa

Sambut HUT Indonesia, 63 Personil Paskibra Binjai Atur Formasi

Peristiwa

Konflik di Hermes, Pemko Medan Perlu diajak Bicara

Peristiwa

Edarkan Sabu, Kuli Bangunan Ditangkap Sat Narkoba Polres Binjai

Peristiwa

BNN Kota Binjai Ajak Bikers Jauhi Narkoba

Peristiwa

Empat Pemain Judi Dadu Kopyok Diamankan Sat Reskrim Polres Binjai