Beritasumut.com-Momen pelantikan Kepengurusan DPW Pemuda Perindo Sumut dirangkai dengan kegiatan diantaranya kegiatan halal bihalal Keluarga Besar Partai Perindo bersama tokoh dunia usaha di Sumut. Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh masyarakat, pejabat dan pengusaha diantaranya mewakili Gubsu hadir Sekretaris Kesbangpolinmas Zulkarnain Rangkuti, Perwakilan Pangdam I BB, perwakilan Kapoldasu, Kombes Pol Hery Subiansauri, Ketua PWNU Sumut H Afifuddin Lubis, Ketua Perwakilan Sumut Asosiasi Pengguna dan Pengelola SKRAP Plastik Indonesia (APSINDO) Arman Chandra.Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) memperkenalkan keberadaan Partai Perindo yang telah memiliki badan hukum sejak 8 Oktober 2014 lalu. Saat ini Partai Perindo telah memiliki kepengurusan hingga ketingkat desa di seluruh tanah air. Dalam kesempatan tersebut HT mengatakan bahwa permasalahan utama yang dihadapi Indonesia saat ini adalah persoalan kesenjangan sosial. Oleh karenanya perlu adanya langkah yang dilakukan untuk menuntaskan persolan tersebut. Dikatakan HT dari jumlah penduduk yang mencapai lebih 250 juta jiwa yang berkontribusi aktif membayar pajak baru sekitar 1 jutaan orang. Kondisi ini diibaratkan dengan sebuah rumah tangga yang memiliki 9 orang namun hanya satu orang saja yang produktif untuk menopang segala kebutuhan rumah tangga tersebut. Artinya Indonesia tidak akan dapat mencapai kemakmuran jika tidak mampu mengangkat masyarakat yang tidak produktif menjadi lebih produktif."Oleh karenanya Partai Perindo bertekad untuk membangun masyarakat yang tidak produktif tersebut menjadi produktif lewat sejumlah program bantuan kepada UMKM. Karena persoalan dinegara ini seperti pendidikan dan kesehatan tidak akan selesai jika masih banyak masyarakat yang tidak produktif," ujar HT saat halal bi Halal di Kantor DPW Partai Perindo Sumut di Jalan Imam Bonjol Medan Rabu (21/07/2016) malam.Lebih lanjut dikatakan HT Indonesia yang memiliki sumber daya alam dan Sumber Daya Manusia yang kaya kenyataan jauh tertinggal dengan negara-negara lainnya di Asia Tenggara. Termasuk juga dalam bidang olah raga Indonesia saat ini juga mulai tertinggal dengan negara sebesar Vietnam. Hal ini disebabkan karena memang dibutuhkan anggaran yang cukup besar untuk mengangkat prestasi seorang atlet."Semuanya butuh uang. Seperti olahraga. Saya merasakan sendiri sebagai Ketua Olahraga Futsal betapa dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit untuk mengangkat olahraga kita. Mereka butuh pembinaan, pelatih dan juga kompetisi. Untuk itu memang diperlukan kemakmuran agar semua persoalan baik itu kesehatn, pendidikan atau olahraga. Indonesia harus makmur sebagaimana diamanatkan UUD 1945," pungkasnya.(BS03)