Beritasumut.com-Perkembangan jumlah pengangguran terbilang cukup tinggi dan indikasinya bakal terus meningkat. Apalagi pengangguran intelektual juga menunjukkan hal sama dan lulusan perguruan tinggi pun tak bisa menjadi jaminan lulusannya bakal terserap di industri kerja, ini seolah perguruan tinggi secara umum terkesan, seperti pabrik pengangguran. Sadar akan hal ini, Pendiri LP3I (Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia), Syahrial Yusuf menilai lulusan perguruan tinggi yang ada seringkali ditemukan ketidaksesuaian dengan kebutuhan dunia pekerjaan, materi yang diajarkan cenderung kebanyakan teori, kurang praktek, kurang soft skill, dan juga kurang penyiapan jiwa kewirausahaan. Untuk itulah, Syahrial menekankan sumber daya manusia seharusnya itu memiliki keterampilan kerja. Tak cukup itu saja, lulusan yang dicetak nantinya juga bisa diasah kemampuannnya meningkatkan soft skill dan kemampuan untuk berbisnis. “Keunggulan kompetitif harus dimiliki, termasuk kemampuan interpersonal agar para perekrut kerja berminat untuk merekrutnya, Karena yang diperlukan itu ketrampilan, bukan hanya teori belaka,” terang Syahrial selalu dikenal kiprahnya sebagai pengusaha di bidang pendidikan. Salah satu referensi perguruan tinggi yang dinilai sukses menghasilkan lulusan terampil dan siap kerja serta dididik jiwa bisnisnya adalah LP3I. Eksistensi LP3I telah terbukti dikenal dan dipercayai masyarakat luas, sehingga konsistensinya teruji selama 27 tahun belakangan ini untuk terus terlibat aktif memperbaiki dunia pendidikan Indonesia lewat pendekatan pendidikan vokasional. Kualitas LP3I terbukti unggul bahkan sempat dinobatkan sebagai Top Brand 2013.(rel)