Spesialis Perampok Angkot di Kawasan Amplas Dibekuk Polsek Patumbak

Redaksi - Sabtu, 25 Juni 2016 19:13 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir062016/beritasumut_Spesialis-Perampok-Angkot-di-Kawasan-Amplas-Dibekuk-Polsek-Patumbak.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut.com/BS04
Pelaku saat diamankan di Polsek Patumbak

Beritasumut.com-Aksi spesialis perampok di dalam angkutan kota (angkot) yang sering beroperasi di bawah Fly Over Amplas berakhir di kantor polisi. Dia adalah M Arman Silalahi (21) warga Jalan Seser, Kelurahan Amplas, Kecamatan Medan Amplas. Arman ditangkap usai merampok penumpang angkot Morina 81, Kamis (23/6) sekira jam 22.00 WIB kemarin.

Peristiwa tersebut bermula saat Wawan (25), warga Belawan yang baru pulang dari tempat neneknya di Matapao, Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), bermaksud pulang ke Belawan. Sampai di Terminal Amplas, korban menyambung angkot Morina 81 yang memang jurusan ke Belawan.

Saat itulah, korban yang saat itu hanya penumpang satu-satunya di dalam angkot dibuntuti pelaku bersama satu pelaku lainnya masuk ke dalam angkot tersebut. Angkotpun berangkat meninggalkan terminal, menuju Jalan SM Raja. Sesampai di bawah Fly Over Amplas, di situlah kedua pelaku beraksi. Dengan cara menodong korban pakai obeng, pelakupun berhasil melucuti dompet korban.

Setelah berhasil, kedua pelaku langsung kabur. Korban yang tidak ikhlas dompet yang berisi uang Rp1,4 juta itu diambil pelaku, langsung ikut turun dari angkot dan meneriaki pelaku. Teriakan korban mengundang perhatian pengguna jalan untuk mengejar pelaku, bersamaan itu petugas kepolisian Polsek Patumbak yang kebetulan melintas saat patroli langsung ikut mengejar pelaku dan berhasil menangkap satu pelaku dan satu pelaku lainnya berhasil kabur.

Meski sudah di tangan polisi, emosi warga juga tidak terbendung. Oleh warga yang jumlahnya lebih banyak dari polisi, pelaku langsung digebuki. Beruntung, petugas kepolisian akhirnya berhasil membawa pelaku ke Mapolsek Patumbak.

Di kantor polisi, pelaku mengakui perbuatannya. Menurutnya, saat itu dia nekat merampok lantaran untuk kebutuhan hidup. Dan dia mengaku melakukan aksinya tidak sendiri melainkan bersama satu temannya. Dan parahnya, pelaku juga mengakui perampokan yang sering terjadi di sekitaran Amplas adalah pekerjaan sindikat dirinya dan teman-temannya.

"Sudah tidak terhitung berapa kali saya merampok, sudah sering bang. Kalau kami main biasanya empat orang dan terakhir ini hanya berdua kami bang tapi saya tidak tau namanya karena itu abang-abangan aku, biasanya aku panggil dia abang aja. Tapi saya bisa kasih tau ciri-ciri kawan saya itu orangnya putih dan sering naik sepeda motor Mio yang juga tinggal di Amplas. Dan saya akui, setiap main kami bisa berhasil merampok hingga Rp1 juta sampai Rp2 juta dan terakhir ini hanya Rp1,4 juta," sebut Arman pada wartawan, Jumat (24/6) sore.

Sementara korban, Wawan mengaku sangat kesal dengan perbuatan pelaku. Menurutnya, uang Rp1,4 juta yang ada di dalam dompetnya yang diambil pelaku adalah uang untuk keperluan biaya sekolah adiknya. "Saya pulang dari tempat nenek di Matapao, dan saat mau pulang saya dirampok pelaku. Yang saya sesalkan uang itu dikasih nenek pada saya untuk keperluan biaya sekolah adik saya," sebut korban seraya menangis yang mengaku uang di dompetnya itu tidak ditemukan paska pelaku dimasa warga.

Kanit Reskrim Polsek Patumbak, AKP Ferry Kusnadi saat ditemui wartawan mengaku telah menahan pelaku. "Pelaku sudah kita tahan, dan selanjutnya kita proses secara prosedur hukum," ungkapnya.(BS04)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Pengajian Akbar Medan Amplas dan Johor, Bobby Nasution Berpesan Utamakan Persaudaraan dan Kebersamaan Dalam Pemilu

Peristiwa

Optimalkan Terminal Terpadu Amplas, Bus Dilarang Naik-Turunkan Penumpang di Jalan Sisingamangaraja

Peristiwa

Menuju Indonesia Emas 2045, Kelompok Masyarakat Belajar Bahasa Inggris Lewat Aplikasi Tiktok

Peristiwa

Karya Seniman Mural dari Manca Negara Hiasi Pilar Flyover Amplas

Peristiwa

Empat Pelaku Pencurian dengan Kekerasan di Amplas Ditangkap

Peristiwa

Hadiri PKJ 2023, Pemko Medan Sambut Baik dan Dukung Seruan untuk Naik Bus