Beritasumut.com-Matinya traffic light menyebabkan arus kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas di sepanjang Jalan Merbabu hingga Jalan Pandu mengalami kemacetan parah, Sabtu (25/06/2016) siang.
Cuaca yang panas dan tidak adanya petugas polantas (polisi lalu lintas) yang berjaga di ruas jalan tersebut, membuat stres pengendara yang terjebak macet menjadi semakin runyam.
Aling, salah seorang pengendara mobil pribadi yang terjebak kemacetan mengakui dirinya sangat emosi dengan kejadian ini. "Seharusnya ada petugas yang mengatur lalu lintas di Jalan Merbabu ini. Jangan taunya berondok, lalu merazia orang. Kalau bukan polisi yang mengatur, bisa-bisa sampai malam pun tidak ada kendaraan bisa bergerak dari sini," katanya.
Selain Aling, pengendara lain juga merasakan dan berkomentar hal yang sama. Jalanan yang macet dan seolah tak bergerak itu membuat para pengendara saling klakson, hingga berkelahi akibat ingin saling mendahului.
Salah satu pengendara becak motor bernama Anto, juga mengeluh. Menurutnya Polantas dan Dinas Perhubungan bisa mengatur arus lalu lintas, terutama di titik jalan yang rawan macet.
"Gara-gara lampu merah mati, bisa memakan waktu 2 jam aku bergerak dari sini. Jalanan padat, kendaraan banyak. Kalau mereka kerja kan tidak begini jadinya," ujarnya. (BS04)