Beritasumut.com-Gempa bumi susulan dengan intensitas rendah masih terjadi pasca gempa sebesar 5.1 SR yang melanda Pulau Nias, Rabu (22/06/2016) pagi. "Gempa susulan tidak jauh dari daerah itu juga. Lagian kekuatan 5.1 SR tidak terlalu kuat dan kalau pun terjadi gempa susulan dibawah 5.1 SR," ungkap Kepala Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah I, Sunardi SKom.
Sunardi mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan terus mengikuti arahan BPBD dan BMKG dan tidak terpancing isu-isu yang tidak bertanggung jawab.
Sunardi menambahkan, sampai sekarang ini bencana longsor masih berpotensi terjadi di daerah Sumatera Utara. Daerah longsor ada di Kabupaten Madina, Padang Lawas, Taput, Pakpak Bharat, dan Dairi. "Daerah itu masih berpotensi longsor," sebut Sunardi.
Untuk banjir bandang menuju bulan Juli diprakiran BBMKG sudah tidak ada. Namun, potensi hujan dengan intensitas menurun masih ada di daerah pegunungan dan pantai timur. "Hujan di pantai barat sudah mulai berkurang. Sekarang hujan terjad di daerah pegunungan dan pantai timur," tuturnya.
Potensi hujan diprakirakan BBMKG sampai akhir Juni 2016. "Masuk bulan Juli wilayah Sumut mengahadapi musim kemarau dengan suhu udara maksimum 36 derajat celcius. Suhu udara panas di bulan Juni ini 34-35 derajat celsius," ujar Sunardi.
Ia menjelaskan pada musim kemarau nantinya akan terjadi hujan lokal. "Artinya, musim kemarau nantinya tidak serta merta selalu panas. Palingan dalam seminggu nanti, hujan lokal akan terjadi dua kali dalam seminggu," kata Sunardi mengakhiri.(BS02)