Beritasumut.com-Ketergantungan masyarakat terhadap konsumsi beras yang selalu tinggi, membuat petani berlomba-lomba untuk menghasilkan produksi panen terbaik. Salah satu upaya petani untuk meningkatkan produksi panen, salah satunya adalah mencegah atau menghalau hama burung yang sering memakan biji-biji padi sebelum di panen.
Hal ini disadari sepenuhnya oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 15/Bandar Pulau. Dipimpin oleh Serka Muklis, Babinsa turun ke sawah mendampingi para petani mengendalikan hama burung pipit yang menyerang padi di lahan persawahan Desa Lobu Rappa, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, akhir pekan kemarin.
Di lahan seluas 6 rante milik Karnel Aruan, Babinsa membantu petani membuat alat untuk mengusir burung. Serka Muklis mengatakan hama burung pipit ini bisa dihalau dengan banyak cara selain dengan teriak dan peralatan sederhana seperti orang-orangan sawah.
Serka Muklis mengakui, "Sebenarnya banyak metode yang digunakan untuk mengusir hama burung ini. Dengan teriak dan membuat orang-orangan sawah, itu bisa. Namun akan lebih baik jika petani membuat alat sederhana yang bisa digerakkan dan alat itu yang mengeluarkan suara," ungkapnya.
Saat mendampingi petani, Serka Muklis mengajak petani membuatan alat tersebut dari bahan-bahan di sekitar rumah yang tak terpakai seperti benang untuk membunyikan kaleng pada umbul-umbul, hingga memasang plastik kresek.
"Hal tersebut sebagai upaya agar hasil padi tidak diganggu oleh burung, sehingga hasil panen yang diperoleh maksimal dengan tidak terganggu hama," pungkasnya. (BS02)