Beritasumut.com-Aksi unjuk rasa yang digelar puluhan mahasiswa di depan kantor Walikota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis No. 2 Medan, Senin (20/06/2016) siang, berlangsung tegang. Mahasiswa yang emosi, menyampaikan orasinya dengan berteriak-teriak dari sepanjang jalan Raden Saleh hingga berhenti tepat di depan kantor Walikota Medan yang berada di tepi sungai Deli.
Protes mahasiswa ini bermula dari adanya dugaan mark up dana anggaran oleh Kepala Dinas Pertamanan Kota Medan, Ir H Zulkifli MM. Para mahasiswa yang terhimpun dalam PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Medan ini juga mengindikasi adanya praktik kecurangan yang dilakukan oleh oknum Kadis Pertamanan.
"Ada mahasiswa yang tahu kasus mark up Zulkifli, jadi mahasiswa itu disuap agar bisa tutup mulut. Tapi sekarang mahasiswa tersebut malah dituduh Zulkifli telah melakukan pemerasan, sampai mahasiswa itu ditangkap polisi. Padahal itu semua skenario Zulkifli," ujar salah seorang mahasiswa yang enggan disebutkan namanya.
Koordinator aksi unjuk rasa mahasiswa, Fadlan mengatakan, "Kasus mark up anggaran oleh Kadis Pertamanan ini tidak akan membuat mahasiswa diam. PC IMM dalam hal ini akan terus mendesak Walikota Medan agar menindak Zulkifli. Kalau Walikota membiarkan kasus ini, hal ini bisa saja terjadi lagi ke jajaran SKPD lainnya," ungkapnya kepada beritasumut.com, Senin (20/06/2016).
Para mahasiswa yang bersekretariat di Jalan Mandala By Pass No. 140 Medan ini, meminta penegak hukum bertindak secepatnya. "Pejabat seperti Zulkifli ini pantasnya dipecat dan dipenjarakan. Kalau sampai penegak hukum tidak menangkap Zulkifli, berarti ada permainan tentang kasus mark up itu," jerit para mahasiswa dari tengah jalan Raden Saleh. Mahasiswa juga mengancam agar Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin agar memperhatikan masalah ini. "Kalau tuntutan kami ini tidak tanggapi Walikota Medan, esok kami akan kembali membawa massa yang lebih banyak," ujar para mahasiswa bersama-sama. (BS04)