Kasus Jual Beli Kunci Jawaban Penerimaan Secaba, Tak Ada Soal Bocor

Redaksi - Senin, 13 Juni 2016 21:13 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir062016/beritasumut_Kasus-Jual-Beli-Kunci-Jawaban-Penerimaan-Secaba--Tak-Ada-Soal-Bocor-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut.com/Ilustrasi
Lembar jawaban soal ujian

Beritasumut.com-Pengawas ujian dari pihak eksternal penerimaan Sekolah Calon Bintara (Secaba) angkatan 2016 Dr Alfi Sahari, mengatakan tidak ada soal bocor pada peristiwa dicokoknya kunci jawaban oleh enam anggota kepolisian yang diduga membantu calon siswa agar lolos ujian.

Pada saat kejadian, Dr Alfi Sahari bersama-sama panitia dan Propam berhasil mengamankan soal ujian. "Tidak ada soal yang bocor," ujar Dr Alfi, Senin (13/06/2016).

Dia mengatakan, kerahasian soal sangat terjamin karena soal bersifat rahasia dan dibagikan setelah diacak. Katanya hanya ke tiga pengawas yang bisa membuka brankas temat soal disimpan. "Ketiganya masing-masing memegang kunci," katanya. Namun pria yang berprofesi sebagai dosen ini tidak tau kenapa handphone bisa masuk ke dalam ruang ujian.

Diberitakan sebelumnya, enam polisi berstatus panitia seleksi diciduk dan terpaksa menjalani pemeriksaan Tim Paminal Polda Sumut.Keenam polisi tersebut diciduk langsung dari lokasi seleksi, yakni Gedung Serba Guna, Jalan Pancing/Jalan Wiliem Iskandar, Minggu (12/06/2016 kemarin.

Informasi diperoleh, praktik jual-beli kunci jawaban itu terbongkar setelah salah seorang Calon Siswa Polisi Wanita (Casis Polwan) bernama Ina, yang duduk di sektor 11, memfoto lembaran soal pengetahuan umum yang tengah diujikan. Foto tersebut kemudian dia kirimkan via aplikasi line kepada Bripda SL, salah seorang anggota panitia seleksi.

Foto soal yang diterima Bribda SL lantas diteruskan ke Iptu DS. Nah, Iptu DS lah yang kemudian membuat kunci jawaban untuk dibagikan kepada panitia lain dan diperjual-belikan kepada sejumlah calon siswa.

Ternyata, proses menyebarnya kunci jawaban tersebut diketahui sejumlah anggota Polri bidang pengawasan. Sejumlah oknum yang diduga terlibat langsung diamankan untuk menjalani proses pemeriksaan lanjut di Polda Sumut.

Selain Bripda SL dan Iptu DS, oknum panitia seleksi yang turut diamankan dari lokasi ujian adalah Aiptu W, Bripda AR, Bripda R dan Bripda AK. Bersama mereka turut diamankan lima calon siswa, masing-masing berinisial HF, GP, MFK, AF dan IN.

Sekadar diketahui, proses seleksi calon siswa bintara Polri diselenggarakan Polda Sumut sejak 7 April 2016. Pendaftaran dibuka lewat http://www.penerimaan.polri.go.id serta Biro SDM Polda Sumut/Polres se-jajaran. Jika dinyatakan lolos seleksi, para calon siswa akan memulai pendidikan pada 10 Agustus 2016. Dengan masa pendidikan selama tujuh bulan, mereka akan dilantik pada 7 Maret 2017, dengan pangkat brigadir polisi dua (Bripda) dan berhak menerima gaji Rp3.200.200/bulan ditambah tunjangan lainnya. (BS04)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Tingkatkan Patroli Malam, Tim Patroli Presisi Poldasu Amankan Sejumlah Senjata Tajam

Peristiwa

Pj Gubernur Sumut Agus Fatoni Sambut Kedatangan Kapolda Irjen Whisnu Hermawan Februanto

Peristiwa

HUT ke-78 Bhayangkara, Kapolda Sumut: Bangkitkan Ekonomi Demi Kemakmuran Masyarakat

Peristiwa

Sambut Kunjungan Kerja Kapolda Sumut, Walikota Binjai Harap Kerja Sama dan Dukungan Polri Terus Berlanjut

Peristiwa

Berkunjung Ke Kabupaten Langkat, Kapolda Sumut Disambut Hangat Pj Bupati Langkat Faisal Hasrimy

Peristiwa

Kapolda Sumut : Medan Adalah Etalase Sumut