Bisnis Ilegal Daging Sapi oleh Oknum TNI Berhasil Dibongkar

Redaksi - Senin, 13 Juni 2016 15:36 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir062016/beritasumut_Bisnis-Ilegal-Daging-Sapi-oleh-Oknum-TNI-Berhasil-Dibongkar.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/BS04
Penggerebekan lokasi penimbunan daging sapi oleh oknum TNI.

Beritasumut.com-Penyelundupan daging sapi yang banyak beredar di Medan terbongkar. Buktinya daging sapi yang hendak dijual kepada pedagang sebanyak 8 ton diamankan anggota Kodam I/BB dari rumah prajurit TNI AD kawasan Asrama Gaperta, Jalan Gaperta XII, Blok K 48 Medan Helvetia.Petugas Aslog Kodam I/BB mampu mengungkap peredaran daging sapi yang dilakukan oknum petugas nakal yang sudah mempunyai pembelinya. "Daging sapi yang diamankan itu rencananya hendak dipasarkan di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan di Medan," ucap  Aslog Kodam I/BB Kolonel Arm Anggoro Setiawan kepada wartawan, Senin (13/6).Dikatakannya, terbongkarnya kasus akan menangkap para kartel daging yang memanfaatkan petugas untuk menjualnya kepada pedagang. "Perbuatan oknum nakal tersebut akan mendapatkan sanksi dan mengosongkan rumah dinas milik Kodam tersebut," paparnya.Karena itu, tambahnya, pengembangan kasus tersebut terus berlanjut untuk menangkap aktor intelektualnya. "Pastinya penyelidikannya ditindaklanjuti sama Polda Sumut,"  ujarnya.Rumah prajurit bernomor K 48 itu ditempati anggota TNI berinisial Kopka TS beserta istrinya berinisial V yang telah dikosongkan, sebagian rumah yang ditempati prajurit lainnya mendapatkan penjagaan ketat.“Dari rumah itu ditemukan 8 ton daging yang disimpan dalam 400 karung, di 4 lemari es besar untuk pendinginan. oknum nakal ingin menjual daging beku yang sudah siap dikonsumsi oleh masyarakat," pungkasnya.(BS04)


Tag:

Berita Terkait