Beritasumut.com-Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, bersama dengan Kepolisian Daerah Lampung terus bersama-sama melakukan penyelidikan untuk mengungkap pembunuhan dan mutilasi terhadap anggota DPRD Lampung, almarhum M Panshor. Penyelidik dari dua Polda ini, juga melakukan gelar perkara di ruang pertemuan Ditreskrimum Polda Sumsel, Rabu (08/06/2016).Dari gelar perkara yang dilakukan, untuk saat ini masih mengumpulkan bukti-bukti dan memanggil keterangan saksi. Ada 10 saksi yang telah diperiksa untuk dimintai keterangan. “Tetapi memang belum bisa untuk membuat terang kasus ini, karena masih penyelidikan,” ujar Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs R Djarod PH Madyoputro, MH didampingi Dir Reskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Daniel TM Silitonga dan Dirkrimum Polda Lampung, seperti dilansir tribratanews.com, Sabtu (11/06/2016).Saksi-saksi yang dipanggil baik dari warga di OKU Timur yang menemukan potongan tubuh korban dan keluarga korban, bertujuan untuk mengsinkronkan dengan alat bukti yang telah dimiliki sementara. “Dari gelar perkara ini, kami sinkronkan beberapa alat bukti yang telah ditemukan. Makanya dilakukan gelar perkara dan. Dalam kasus ini tim dari Mabes Polri juga dilibatkan untuk mencari para pelaku dan motif pembunuhan ini,” ungkap Kabid Humas Polda Sumsel.Sebelumnya, potongan tubuh M Pansor ditemukan di aliran sungai Kabupaten OKU Timur, Sumsel berupa kepala, kaki, tangan ditemukan. Seluruh potongan tubuh korban langsung dibawa ke ruang kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Saat itulah terungkap jika dari hasil tes DNA menunjukkan bahwa korban mutilasi tersebut adalah MP anggota DPRD asal Provinsi Lampung.Setelah satu bulan lebih disimpan di lemari pendingin Kamar Mayat RS Bhayangkara Polda Sumsel Palembang, bagian potongan tubuh korban almarhum juga sudah dijemput pihak keluarga untuk dimakamkan pada hari Sabtu 4 Juni 2016.Sementara itu, Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol DTM Silitonga mengatakan, kasus ini menjadi proritas karena masuk dalam atensi Mabes Polri. Selain itu, pihaknya bersama Polda Lampung juga telah membuat join bersama untuk melakukan penyelidikan. “Masih jalan (penyelidikan), koordinasi dengan Polda Lampung terus kita jalin,” jelasnya.(BS01)