Beritasumut.com-Semakin banyaknya pedagang hidangan berbuka puasa atau yang biasa disebut takjil, memasuki awal bulan suci Ramadhan ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) meminta para pedagang supaya dapat menjaga kehigienisan jajanan berbuka puasa (takjil) dagangan mereka. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Afwan Lubis, kepada wartawan, Selasa (07/06/2016) di Medan.
Afwan mewakili Dinas Kesehatan mengatakan, bahan-bahan yang digunakan penjual dalam membuat minuman dan makanan berbuka puasa, jangan sampai berasal dari bahan yang dilarang, sebab akan berpengaruh buruk bagi kesehatan.
"Biasanya bahan makanan atau minuman sering dicampur dengan pewarna dan pemanis buatan, supaya terkesan cantik dan menarik untuk dibeli konsumen," jelasnya. Meskipun begitu, untuk bahan pengawet, Afwan menjelaskan jajanan berbuka puasa sangat jarang ditemukan adanya kasus makanan atau minuman seperti itu. Karena umumnya, dagangan yang dijual oleh pedagang, hanya ditargetkan sudah habis dalam hitungan hari.
"Prinsipnya, pengawasan makanan ada di pihak BBPOM. Dinas Kesehatan Sumut sudah menyurati mereka agar meningkatkan pengawasan selama hari besar keagamaan. Selain itu BBPOM juga sudah menyurati kita dan seluruh dinas terkait, untuk ikut bersama-sama mengawasinya," tandas Afwan. (BS02)