Beritasumut.com-Sudah menjadi tradisi setiap tahunnya, di kala hari menjelang waktu berbuka puasa, para pedagang musiman mulai menjajakan aneka ragam makanan manis berbuka puasa atau yang disebut takjil. Takjil seperti kolak, es buah, bubur sum-sum, bubur candil, gorengan, kurma hingga makanan tradisional lainnya, menjadi menu utama pedagang musiman ini.
Salah satu lokasi yang cukup dipadati oleh banyak pedagang takjil di Kota Binjai, yaitu di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan, Binjai Timur. Sejak siang hari, di sepanjang jalan ini terlihat para pedagang takjil yang berjejer menawarkan makanan berbuka puasa kepada pengendara yang melintas.
Usaha musiman ini ternyata juga diminati oleh kaum mahasiswa. Kaum terpelajar ini tertarik berdagang takjil sebagai pekerjaan sampingan sebab dirasa bermanfaat secara materi walaupun dilakukan sembari mengisi waktu luang. Salah satu pedagang takjil berstatus mahasiswa adalah Emia. Mahasiswi dari salah satu kampus di Binjai ini, ikut berjualan takjil dengan bersama teman-temannya.
"Kegiatan ini kami jadikan pengisi waktu luang sambil menunggu waktu berbuka. Karena sifatnya mudah dijalankan, tetapi bisa dapat untung yang lumayan", ujar Emia kepada wartawan, Senin (06/06/2016). Dia mengatakan, berjualan takjil di bulan puasa akan selalu ramai, sebab kebanyakan orang membeli dikarenakan ingin berbuka dengan makanan yang enak dan praktis.
"Karena di saat semua anggota keluarga menjalankan ibadah puasa, seringkali merasa lelah untuk menyediakan makanan. Solusi mereka tentunya membeli aneka takjil sebagai santapan berbuka," ujarnya.
Salah seorang teman Emia, Rido Margolang, memaparkan bahwa takjil yang mereka jual adalah buatan mereka sendiri, dengan biaya yang dikumpulkan dari jajan mereka sendiri. "Makanan ini ya kami buat sendiri, Bang. Kami bekerjasama membuatnya. Biayanya juga kami kumpulkan dari uang jajan kami. Uangnya disatukan, sehingga bisa jadi modal kami untuk jualan" pungkasnya. (BS08)