Beritasumut.com-Peta bahaya gempa bumi Indonesia akan terus diperbaharui di tahun 2016 ini. Demikian disampaikan Ketua Tim Pemutakhiran Peta Bahaya Gempa Bumi Indonesia 2016, Mahsyur Irsyam. Dikatakannya, saat ini timnya mempunyai dua target utama yaitu menghasilkan Peta Sumber Gempa Nasional dan menghasilkan Peta Sumber Gempa Nasional Untuk Perencanaan Infrastruktur dan Bangunan.
“Ada beberapa sumber gempa baru yaitu sedar Kendeng sepanjang Jatim ke wilayah barat, kemudian tim kami juga melakukan pendetailan untuk sesar-sesar di Sulawesi, pengambilan sampel dan diuji untuk mengetahui sejarah di masa lalu,” ujar Irsyam dalam Workshop Karakterisasi Sumber Gempa Baru untuk Updating Peta Gempa Indonesia 2016 di Jakarta, Senin (30/05/2016), seperti yang dilansir di laman resmi pu.go.id.
Dalam workshop yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut, Irsyam menambahkan, Indonesia berada di wilayah sumber gempa, untuk mengantisipasi gempa agar tidak mengakibatkan kerugian yang besar maka pembangunan yang dilaksanakan harus mengikuti kaidah tahan gempa.
“Perbedaan dengan peta yang sebelumnya itu adalah adanya perbedaan sumber gempanya, dan peta yang kita butuhkan saat ini adalah peta untuk perencanaan infrastruktur bangunan tahan gempa, jadi kita persiapkan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR, Arie Setyadi Murwanto mengatakan, dengan telah diperbaharuinya peta gempa Indonesia 2016, nantinya akan diikuti dengan keluarnya standar nasional Indonesia untuk perencanaan bangunan tahan gempa yang baru. “Jadi nanti masyarakat kami dorong untuk mengikuti hal tersebut, tidak hanya untuk bangunan di atas delapan lantai, namun juga bangunan yang lebih sederhana akan kita keluarkan standar nasional,” tandas Arie. (BS02)