Beritasumut.com-Cahaya beru Tarigan (55) warga Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, salah seorang korban erupsi gunung api Sinabung saat ini kondisinya semakin menurun. Kasubag Humas RSUP H Adam Malik Medan, Sairi, mengatakan kondisinya sudah tidak sadarkan diri sejak Jumat (27/05/2016) hingga sekarang, Senin (30/05/2016)
"Padahal Rabu (25/05/2016) kemarin, saat Bupati Simalungun JR Saragih menjenguk dan memberi bantuan, kondisi pasien sudah stabil. Tapi Tuhan yang menentukan. Kondisi pasien atas nama Cahaya beru Tarigan sudah tidak sadar sampai hari ini," ungkapnya kepada wartawan di RSUP H Adam Malik Medan, Senin (30/05/2016).
Kasubag Humas RSUP Adam Malik menjelaskan, perkembangan kesehatan dari Cahaya beru Tarigan tetap dipantau oleh tim medis. "Pasien masih dibantu dengan pemasangan alat ventilator. Biaya selama perawatan korban tidak dikutip rumah sakit kepada pihak keluarga," ungkapnya.
Dia juga mengatakan, sebelumnya, pada Minggu (29/05/2016) pukul 04.50 WIB, salah satu korban lainnya, yakni Cahaya Sembiring Meliala (75) telah meninggal dunia, di ruang Intensif Care Unit (ICU) RSUP H Adam Malik. Sairi menjelaskan penyebab meninggalnya pasien dikarenakan gagal nafas dan sepsis (infeksi) akibat luka bakar di tubuhnya.
"Kondisi Cahaya Meliala mulai menurun di hari Kamis (26/05/2016) dan meninggal hari Minggunya. Penyebabnya menurut dokter yang menanganinya karena gagal nafas dan sepsis," terangnya. Meninggalnya Cahaya Sembiring Meliala, menambah jumlah daftar korban tewas akibat awan panas erupsi Sinabung.
Tercatat korban tewas akibat semburan awan panas Sinabung adalah 8 orang. Sementara 1 korban masih kritis dan tetap jalani perawatan intensif di RSUP H Adam Malik.
Hingga saat ini aktifitas Gunung Sinabung masih tinggi. Menurut informasi, pada Sabtu (21/05/2016) sekira pukul 16.48 WIB luncuran awan panas mengenai 9 orang korban. Saat kejadian, semua korban dan beberapa warga lainnya tengah mengelola ladang mereka di Desa Gamber Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo. Padahal desa itu telah lama kosong dan ditinggalkan karena Desa Gamber berada pada radius 4 km di sisi tenggara dari puncak kawah Gunung Sinabung yang dinyatakan sebagai daerah berbahaya atau zona merah. (BS02)