Beritasumut.com-Kapolsek Tanjung Morawa AKP Sulistianto membantah Wakapolsek Tanjung Morawa Iptu H Marpaung marah besar dan sembunyi saat beberapa warga membuat pengaduan. Menurutnya, perkataan kasar H Marpaung hanya sekedar teguran karena warga salah lewat pintu samping saat akan membuat pengaduan. Meski begitu Sulistianto tetap melaporkan bawahannya tersebut ke Kapolres.
"Bukan sembunyi memang ada dia di dalam ruangannya. Terkait hal ini saya laporkanlah ke pimpinan saya, biar Kapolres lah nanti yang menilai bagaimana. Waka itu hanya negur aja. Dibilang woi jangan lewat situ. Tergantung yang mendengarnya ini. Saya saat itu gak tau karena berada di depan. Selama ini memang saya yang melarang orang lewat situ (samping), semua harus dari depan SPKT, karena biar tau kita pengawasannya," kata Sulistianto, Sabtu (28/5/2016).
Sebelumnya, Ketua Muhammadiyah Deli Serdang Ibnu Hajar mengatakan sikap arogan Wakapolsek ditunjukkan saat beberapa ustad datang ke Polsek untuk membuat laporan karena adanya ulah seseorang yang membuang tinja di sekitaran masjid Desa Dagang Kelambir, Kecamatan Tanjung Morawa.
"Jadi pada malam itu sebagian kawan ada yang lewat dari pintu sini (samping). Tapi dengan arogannya Wakapolsek bilang woi gerombolan apanya kalian masuk-masuk kemari. Ada gak etika kalian di sini, ada gak otak kalian di sini, ini bukan jalan, ini ditutup," ucap Ibnu Hajar menirukan suara yang diucapkan oleh H Marpaung.
Menurutnya, tidak sepantasnya seorang pejabat kepolisian bersikap arogan seperti itu. Dalam persoalan ini, Wakapolsek dianggap berlebihan dan menjadi membuat masalah baru. "Mereka datang ke Polsek untuk menyelesaikan masalah bukan untuk yang lain," pungkasnya. (BS05)