Beritasumut.com-Generasi tangguh itu tidak akan bisa lahir seketika, untuk itulah ada pelatihan advokasi anak secara dini untuk menyiapkan generasi yang berakhlak. Hal tersebut dikatakan Sekdakab Labuhanbatu H Ali Usman Harahap SH saat menghadiri dan membuka kegiatan Advokasi Penerapan Model Pelayanan Ramah Anak di Puskesmas Kabupaten Labuhanbatu yang diadakan di Ballroom Suzuya Hotel Rantauprapat, Jum’at (27/05/2016).
Lebih jauh Usman menerangkan, orangtua harus melindungi anak-anak dari segala hal yang buruk. Dia mencontohkan, orangtua harus melindungi jajanan anak yang kurang sehat, karena jajanan yang kurang sehat secara psikis akan mempengaruhi jiwa anak dan salah satu hak anak yang harus dipenuhi, dihargai dan dilindungi adalah hak kesehatan dasar dan kesejahteraan.
Dalam konvensi hak anak (KHA) Pasal 24, di amanatkan bahwa Negara peserta mengakui hak anak untuk mendapatkan standar kesehatan tertinggi yang dapat dicapai dan perawatan serta pemulihan kesehatan bila sakit. "Untuk itu harapan saya kedepan Puskesmas bisa menyediakan tempat bermain anak dan banyak didatangi masyarakat yang sehat-sehat dan jadikanlah Puskesmas pilihan bermain anak-anak yang menyenangkan," kata Usman dilansir dari laman resmi labuhanbatukab.go.id.
Pada kesempatan itu Usman menambahkan, atas nama Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang telah memilih Labuhanbatu menjadi salah satu tempat penyelenggaraan Advokasi Anak.
Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Perempuan Tuti Novrida Ritonga dalam laporannya menjelaskan, maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang pemenuhan hak kesehatan dasar kesejahteraan anak, memberikan rujukan untuk mengembangkan Puskesmas menjadi Puskesmas dengan pelayanan ramah anak, memberikan kesamaan persepsi tentang penyelenggaraan Puskesmas dengan pelayanan ramah anak."Satu lagi yakni memberikan pemahaman tentang langkah-langkah pengembangan pelayanan ramah anak di Puskesmas," sebutnya.
Dijelaskannya, Peserta kegiatan ini berjumlah 35 orang terdiri dari Unsur BP2KB, Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Pemwas Alkes & Far, DPRD, Dinas PU, Dinas Sosial, Bagian Hukum, P2TP2A, IDI, IBI, TP.PKK Kabupaten, Lapas, Lembaga Masyarakat Peduli Kesehatan Anak, Kemenag, Puskesmas dan Forum Anak.(BS02)