Beritasumut.com-Kematian ratusan ton ikan di kawasan Danau Toba kembali terjadi. Bila sebelumnya kematian ikan dialami petani Kerambah Jaring Apung (KJA) di Haranggaol kini giliran petani KJA di Desa Silalahi, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi.
Terkait hal ini Dinas Perikanan dan Kelautan Pemprovsu telah menurunkan tim ke lokasi untuk mencari penyebab kematian ratusan ton ikan tersebut. Begitupun berdasarkan analisa awal tim di lapangan kematian ikan diakibat kadar kimia didalam air yang cukup tinggi.
"Kepastian penyabab kematian ikan-ikan yang di Kecamatan Silalahi itu memang belum dapat dipastikan. Tim saat ini masih berada di sana. Tapi dugaan awal kematian ikan diakibatkan kader belerang dalam air terlalu tinggi," ujar Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Pemprov Sumut Zonny Waldi saat dijumpai di Rumah Dinas Gubsu, Jumat (27/05/2016).
Dijelaskan Zonny Waldi, berbeda dengan yang di Haranggaol, untuk Kawasan Silalahi kadar oksigen terlarut terbilang normal yakni 3ppm. Meskipun belum mengetahui secara pasti dari mana asal belerang yang mencemari kawasan KJA Silalahi namun diperkirakan akibat dari adanya erupsi dari Gunung Sinabung. (BS03)