Beritasumut.com-Erupsi Gunung Sinabung tidak hanya menelan korban namun juga berdampak pada harga dan kualitas sayuran yang diproduksi dari Kabupaten Karo.
Pasar Tavip di Kota Binjai, Sumatera Utara, misalnya. Pasar ini juga terkena dampak dari naiknya harga sayuran asal Kabupaten Karo. Selain itu, kualitas sayuran juga buruk akibat diselimuti debu vulkanik. Debu vulkanik yang menyembur dari erupsi gunung Sinabung membuat kualitas sayur menjadi buruk. Sayur-mayur asal gunung Sinabung menjadi kotor dan dipenuhi debu vulkanik. Akibatnya, pedagang sayur di pasar Tavip Binjai terpaksa harus lebih dulu membersihkan sayuran dari debu vulkanik sebelum dijual.
Dani, salah seorang pedagang sayur di pasar Tavip Binjai mengatakan, "Harga sayur naik, sayur juga harus kita bersihkan dulu dari debu vulkanik. Kami kira selama gunung Sinabung masih erupsi, harga sayur ini akan terus naik," ujarnya kepada beritasumut.com, Jum'at (27/05/2016).
Sementara itu sejumlah pedagang sayur di Pasar Tavip juga mengeluhkan naiknya harga sayur asal Kabupaten Karo, sebab diketahui sebelumnya sayur asal Kabupaten Karo tidak mengalami kenaikan harga. Seperti harga sayur Kol, sebelumnya pedagang menjual dengan harga Rp 4000/kg (per kilogram), kini naik menjadi Rp 5000. Sayur Sawi juga mengalami kenaikan, dari harga Rp 6000/kg naik menjadi Rp 7500/kg, sementara Kentang naik dari Rp 8000/kg naik menjadi Rp 9500/kg. Jenis sayur lainnya juga mengalami kenaikan harga hingga Rp 500 per kilonya. (BS08)