Masyarakat Nilai Dinas PU Cipta Karya Umbar Janji

Redaksi - Kamis, 26 Mei 2016 19:25 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir052016/beritasumut_Masyarakat-Nilai-Dinas-PU-Cipta-Karya-Umbar-Janji.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut.com/BS08
Kondisi MCK di Jalan Tuanku Imam Bonjol Gang Melati, Lingkungan III, Kelurahan Setia, Kecamatan Binjai Kota

Beritasumut.com-Harapan masyarakat mendapatkan fasilitas mandi, cuci dan kakus (MCK) umum layak pakai pupus sudah. Pasalnya, proyek pengerjaan MCK yang berlokasi di Jalan Tuanku Imam Bonjol Gang Melati, Lingkungan III, Kelurahan Setia, Kecamatan Binjai Kota, tepat di tepi Sungai Bangkatan, terkesan terbengkalai begitu saja.

Proyek MCK di tahun anggaran 2015 senilai Rp 320 juta itu, hingga kini tak beroperasi. Masyarakat sama sekali belum bisa memanfaatkan fasilitas yang dibutuhkan. Selain bangunan belum rampung sepenuhnya, ketersediaan air dan aliran listrik juga tidak ada di MCK tersebut.

Menanggapi hal ini, Andi (34), salah seorang warga setempat, mengaku sangat kecewa. Ketiadaan fasilitas MCK umum membuat masyarakat akhirnya tetap berada di lingkungan dan pola hidup yang tak sehat. Sungai Bangkatan yang airnya tak jernih lagi itu terpaksa dijadikan satu-satunya sumber air masyarakat setempat yang tak memiliki fasilitas MCK.

"Kami mengharapkan perhatian Pemerintah Kota Binjai yang menangani ini. Kami mohonkan agar bangunan MCK ini bisa cepat digunakan masyarakat. Selama menunggu proyek ini selesai, kami terpaksa mencuci, mandi dan buang air ke sungai. Jangan sampailah proyek ini sia-sia," terang ayah satu anak itu.

Keluhan serupa juga ditunjukan Imron (36), warga lainnya. Dia menilai kinerja Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Kota Binjai sangat mengecewakan. Masyarakat terlanjur menganggap tidak mampu melaksanakan dan mengawasi pengerjaan itu dengan baik. "PU itu cuma janji. Dulu mereka sempat bilang, (bangunan MCK) itu segera diselesaikan. Paling lama April kemarin. Tapi sampai sekarang, tidak juga ada realisasinya," ungkap Imron.

Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Kota Binjai, Ridho Indah Purnama menyatakan, pihaknya sudah optimal mengupayakan percepatan penyelesaian bangunan MCK umum terkait. Dia mengatakan, penghambat utama penyelesaian fasilitas MCK itu, karena sang ketua kelompok swadaya masyarakat (KSM) dalam proyek terkait, yakni Jamal, dianggapnya tidak mampu bekerja dengan baik.

"Kita sudah optimal. Justru yang salah itu Ketua KSM. Sudahlah pekerjaannya tidak selesai, sekarang dia malah melarikan diri. Padahal seluruh biayanya itu sudah kita setor ke rekening mereka," terang Ridho.

Menyikapi kekecewaan dan tuntutan masyarakat agar fasilitas MCK umum terkait bisa segera digunakan, Ridho mengaku pihaknya sudah mulai melakukan perbaikan dan penambahan beberapa sarana pendukung. "Sudah kita upayakan. Sebab kemarin itu kita sudah daftarkan pemasangan meteran listrik ke PLN, dengan menyetorkan biaya administrasi Rp 1,5 juta." jelasnya. (BS08)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Jaga Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Pertamina Sumbagut Borong 12 PROPER Hijau

Peristiwa

Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Sukses Gelar PKM, Guru SD di Medan Kini Lebih Kompeten Cegah Stunting

Peristiwa

Berkolaborasi Wujudkan Warga Binaan, Kepala Rutan Kelas I Medan Bersama Rombongan Berkunjung ke Mapolrestabes Medan

Peristiwa

Ribuan Masyarakat di Medan Tumpah Ruah Rayakan Pengesahan RUU TNI

Peristiwa

Permudah Akses Layanan untuk Masyarakat, Dinas PMPTSP Kota Binjai Akan Luncurkan MPP

Peristiwa

Tindak Lanjut Dumas, Unit Reskrim Polsek Medan Tuntungan Amankan 1 Unit Mesin Judi Tembak Ikan