Menperin: Pembangkit Listrik Tenaga Thorium Jadi Terobosan Energi

Redaksi - Selasa, 24 Mei 2016 22:37 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir052016/beritasumut_Menperin--Pembangkit-Listrik-Tenaga-Thorium-Jadi-Terobosan-Energi.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut.com/BS02
Menteri Perindustrian Saleh Husin

Beritasumut.com-Pengembangan dan penguatan industri harus didukung pengadaan bahan baku dan energi memadai untuk menggerakkan aktivitas pengolahan sehingga menciptakan nilai tambah dan mewujudkan Indonesia sebagai negara industri berdaya saing.Sebuah terobosan atau inovasi energi mutlak diperlukan untuk dapat menjamin perencanaan penyediaan energi yang aman, bersih, ramah lingkungan, berkelanjutan, berskala besar, murah dan dapat dibangun dalam waktu yang singkat.Salah satunya ialah melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga thorium yang lebih unggul daripada PLTU batubara karena biaya produksi lebih murah, dibangun lebih cepat, lebih aman, lebih ramah lingkungan, jauh lebih efisien, dan mempunyai kapasitas jauh lebih besar.Menteri Perindustrian Saleh Husin mengungkapkan hal itu saat meresmikan Seminar Nasional 'Thorium sebagai Sumber Daya Revolusi Industri' di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (24/5/2016). “Energi sangat diperlukan karena menentukan produksi dan kekuatan daya saing industri. Kita harus mencari inovasi dan menerapkannya agar menjadi solusi. Kuncinya kita harus terbuka pada paradigma baru, berpikiran terbuka, ‘open our mind’, termasuk pada pembangkit listrik tenaga thorium ini,” katanya dilansir dari laman resmi kemenperin.go.id.Kementerian Perindustrian mencatat, sektor industri merupakan penyerap energi terbesar di Indonesia, yaitu mencapai 39 persen dari total penggunaan energi nasional. Pemenuhan energi untuk industri tersebut mustahil dapat dipenuhi oleh sumber energi fosil yang diperkirakan akan habis pada 60 tahun mendatang.Apalagi, untuk negara berkembang menjadi negara industri, kontribusi sektor industri terhadap PDB seyogyanya berkisar 30 persen-40 persen. Untuk mencapai kisaran tersebut maka diperlukan kapasitas listrik terpasang di atas 500Watt/orang.Saat ini kapasitas terpasang Indonesia berada pada 210 watt/orang yang tidak memungkinkan terjadinya pertumbuhan industri yang tinggi, jauh di bawah Malaysia 982 Watt, Thailand 802 watt dan Singapura 2028 Watt. Dengan perkiraan populasi 300 juta penduduk di tahun 2025, Indonesia harus mampu mengejar target tersebut dengan pertumbuhan kapasitas listrik terpasang nasional sebesar 10 GigaWatt/tahun.“Dalam rangka pembangunan industri prioritas 2015 - 2035, kita butuh energi listrik yang tidak cukup dipenuhi hanya dengan batubara dan gas, yang cadangannya sangat terbatas. Kelangkaan energi dapat diantisipasi dengan menyatukan tekad untuk memulai perencanaan pembangunan PLT Thorium,” ujarnya.(BS02)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Kemenperin Gandeng Korsel Dorong Akselerasi Sektor Manufaktur

Peristiwa

Hasil Peninjauan Menko Perekonomian dan Menperin di Pusat Pasar, Harga Masih Stabil, Stok Bapok Aman

Peristiwa

Dominasi Pasar Kendaraan Bermotor, Menperin Usulkan Optimalisasi Segmen Mobil di Bawah 1.500 cc

Peristiwa

BPIPI Kemenperin Raih Predikat WBBM Kategori Layanan Publik Terbaik

Peristiwa

Ciptakan Wirausaha di Pesantren, Kemenperin Bangun Ekosistem Industri Halal

Peristiwa

Kemenperin Serius Akselerasi Pembangunan Kawasan Industri Halal