Beritasumut.com-Dua korban awan panas erupsi gunung Sinabung, yakni Cahaya Beru Tarigan (45) dan Cahaya Sembiring Meliala (75) warga Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, yang menjalani perawatan di RSUP H Adam Malik Medan saat ini mulai memasuki kondisi stabil sudah. Hal ini disampaikan oleh Kasubag Humas RSUP H Adam Malik Medan, Sairi, di RSUP H Adam Malik Medan, Selasa (24/05/2016).
Menurut Sairi, kondisi kesehatan kedua korban sudah membaik. "Korban sudah bisa diajak berkomunikasi. Namun korban masih harus mendapatkan perawatan intensif di Intensive Care Unit (ICU)," ujarnya.
Sairi juga mengatakan salah satu korban, yakni Cahaya Beru Tarigan kedua kakinya terpaksa harus diamputasi oleh dokter. Sebab, kakinya sudah terinfeksi cukup parah. “Semalam (Senin) sudah dilakukan amputasi sekitar pukul 17.00 WIB sampai 21.00 WIB. Operasi amputasi dilakukan di kedua kakinya dari lutut kebawah,” jelasnya.
Usai dilaksanakan operasi, korban selanjutnya dirawat intensif di ruang ICU dewasa dan kondisinya stabil serta sudah sadarkan diri. “Tidak memakai alat bantu pernafasan atau ventilator, tetapi tetap disiagakan. Pasien sudah bisa berkomunikasi. Perawatan tetap dilakukan dengan intensif oleh dokter bedah plastik. Tetapi kalau makan dan minum masih melalui selang,” ujar Sairi kepada wartawan.
Sementara itu, korban satunya, Cahaya Sembiring Meliala, kondisinya juga sudah mulai stabil namun tim dokter masih tetap menggunakan ventilator untuk alat bantu pernafasannya. Plh Direktur RSUP H Adam Malik, dr H Welly Refnealdi mengatakan, penanganan yang sudah dilakukan terhadap kedua korban yang utama adalah untuk menyelamatkan nyawanya.
"Yang utama kita tangani adalah fungsi dan sistem alat vital tubuh, yaitu pernapasan meliputi paru-paru dan jantung, kemudian, kita upayakan dapat stabil. Selain itu juga memperbaiki cairan dalam tubuh dan mengobati lukanya agar tidak diperberat dengan penyakit penyerta lainnya. (BS02)