Beritasumut.com-Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, penerapan sistem aplikasi pada berbagai pelayanan di Pemerintah Kota (Pemko) Surabaya untuk efektifitas dan efisiensi. Dia menjelaskan program pembangunan Penduduk Surabaya jumlahnya sepertiga Kota Jakarta, namun APBD hanya 10 % dari APBD Jakarta.
"Kuncinya bukan pada jumlah uang, namun efisiensi. Dengan efisiensi kita bisa bangun semua. Sekarang di Surayaba tidak ada lagi banjir. Sebagian besar APBD untuk infrastruktur seperti jalan, sekolah, saluran drainase, taman danfasilitas publik lainnya," ujar Risma saat menerima rombongan Pemprov Sumut di Surabaya, Senin (23/05/2016).
Risma menceritakan awal pemikiran membangun Surabaya bermula dari keinginannya untuk tidak mau kalah dengan negara lain. "Kita selalu kalah dengan negara lain, kenapa kita kalah dengan negara lain seperti Malaysia dan Singapura. Ini membuat saya terpacu mengajak jajaran Pemko Surabaya bekerja keras. Pekerjaan bukan sekedar untuk pengadaan, namun untuk perbaikan dan memberi manfaat kepada masyarakat," jelasnya.
Awalnya penerapan di Surabaya bermula e-procurement sejak tahun 2002, ketika Risma masih menjabat sebagai kepala Bagian Bina Pembangunan. Ternyata ada penghematan besar, baik anggaran juga waktu yang menjadi lebih teratur. Selanjutnya Surabaya mengembangkan berbagai aplikasi e-government.
"Dulu sebelum ada e-budgeting, menyusun anggaran bisa 2-3 bulan tidak pulang ke rumah. sekarang hanya perlu 2-3 hari bisa selesai semua," kata Risma. E-government yang terintergasi dan diterapkan Kota Surabaya terdiri atas integrasi sistem pengelolaan keuangan daerah, e-SDM, E-Permit, e-health, e Dishub, e office, media center dan sistem siaga bencana. Khusus sistem pengelolaan keuangan daerah ada 12 aplikasi yang terintegrasi diantaranya e-musrenbang, e-budgeting, e-project, e-procurement, e-delivery, e-controlimh, e-performance, e-Simbdada, e-payment, e-tax, e-audit dan Fasum-fasos.
Sementara itu, e-SDM terdiri atas aplikasi tes CPNS, gaji berkala, kenaikan pangkat, mutasi dan pensiun. Untuk e-education, aplikasi diterapkan pada penerimaan murid baru, try out online, rapor online, penerimaan kepala sekolah online dan rdio visual. E-permit dilakukan dengan adanya ssw online dan e-lampid. Surabaya Single Window (SSW) online pengurusan izin seperti izin usaha yang bisa diakses masyarakat melalui ponsel. "Sekarang ini Kantor Walikota sepi, karena masyarakat tidak perlu datang dan mengantre, cukup mengakses seacara online," jelas Risma. (BS03)