Beritasumut.com-Dua korban semburan awan panas Gunung Sinabung masing-masing Cahaya Tarigan (45) yang mengalami luka bakar hampir 60 persen disekujur tubuhnya sampai saat ini masih mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU RSUP Adam Malik. Begitupun dengan satu korban lainnya, Cahaya Milala Sembiring (75) yang mengalami luka bakar 50 persen dirawat di ruang paska bedah setelah menjalani operasi pada Minggu (22/05/2016) pagi.Informasi yang dihimpun, kondisi luka bakar Cahaya Tarigan terdapat di kedua belah tangannya, kaki, perut, bokong, wajah, telinga dan bahu. Sementara Cahaya Milala Sembiring mengalami luka bakar di bagian kaki, tangan separuh dan di bagian wajah yang juga cukup parah.Direktur Medik dan Keperawatan RSUP H Adam Malik, dr Mardianto SpPD yang dikonfirmasi membenarkan bahwa empat korban guguran awan panas Gunung Sinabung, telah dirujuk ke rumah sakit milik pemerintah pusat itu dari RS Efarina Etaham Kabanjahe. "Dari empat korban yang dirujuk, informasi terakhir, dua meninggal dan dua masih menjalani perawatan di Adam Malik," ujarnya.
Para korban yang meninggal maupun yang sedang dirawat di rumah sakit tersebut merupakan petani di Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo. Dari kejadian tersebut sembilan penduduk menjadi korban guguran awan panas yang terjadi pada Sabtu (21/05/2016).Informasi terakhir, sembilan orang menjadi korban semburan awan panas Gunung Sinabung, Sabtu (21/05/2016) sore. Dari jumlah tersebut tujuh di antaranya meninggal dunia Karman Milala (60), Irwansyah Sembiring (17), Nantin Boru Sitepu (54), Leo Perangin-angin, Ngulik Ginting, Ersada Ginting (55) dan Brahim Sembiring (57). Sedangkan, Cahaya Sembiring (75) dan Cahaya boru Tarigan (45) masih dirawat intensif.(BS01)