Beritasumut.com-Akibat pihak PLN yang tidak memenuhi ganti rugi kepada para warga yang rumah atau tanahnya dilewati jalur saluran udara tegangan ekstra tinggi (Sutet), puluhan warga melakukan aksi demo protes, Sabtu (21/05/2016). Aksi ini dipicu karena masuknya alat alat untuk membangun tower sutet tersebut tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu kepada masyarakat di perumahan Korem, Jalan Ikan Bandeng, Lingkungan III, Kelurahan Dataran Tinggi, Kecamatan Binjai Timur. Setelah mesin dan alat pembuat pondasi yang sengaja dibawa dari Medan dan sudah diturunkan dari truk di halaman rumah kepala lingkungan (kepling), harus dinaikkan kembali disebabkan warga menuntut kompensasi ganti rugi. Warga menganggap kepala lingkungan lll tempat tiang Sutet itu akandi dirikan tidak transparan dan terkesan membela pihak PLN.Tarwan, Kepala Lingkungan lll, Kelurahan Dataran Tinggi, mengaku kalau dirinya sudah mendapatkan tali asih untuk mendirikan tiang Sutet tersebut di tanah miliknya. "Saya memang udah mendapat tali asih dari pihak PLN sebesar 21 juta (dua puluh satu juta rupiah), tapi kami berdua dengan Selamat Riadi, karena tanah yang dipakai untuk tiang tower tersebut adalah tanah kami berdua," ucapnya."Tanah yang di pakai itu luasnya 25 meter di kali 25 meter. Kalau warga minta kompensasi, ya sabarlah. Pasti akan dibayar oleh pihak PLN," sambung tarwan.Di tempat yang sama, Rudolf, yang mengaku sebagai konsultan PLN, tidak mampu berbuat banyak dengan aksi warga tersebut. "Kami tidak mampu berbuat banyak dengan penolakan warga di sini, keluhan warga perihal kompensasi yang dituntut warga, akan kita sampaikan ke atasan kita," ungkapnya.Warga yang merasa gerah dengan pihak PLN yang belum membayar kompensasi terhadap mereka, lantas menyuruh pihak PLN yang sudah menurunkan alatnya untuk pembuatan pondasi tower agar menaikkan kembali ke truknya. "Kami bukan menolak atau menghalangi pihak PLN, tapi meminta pihak PLN untuk memberikan kompensasi yang sudah dijanjikan kepada kami, kami harap PLN transparan, karena sampai sekarang belum ada penjelasan yang detail dari PLN, administrasinya pun belum diselesaikan, sudah mau mendirikan tower di sini," ungkap Sabar, salah seorang warga.Aksi protes para warga akhirnya bisa dihentikan setelah Babinsa Koramil 17 Binjai Timur, Irwan sugu, bersama personel TNI lainnya datang ke lokasi. Sementara itu mesin serta alat pembuat pondasi dan kaki tower yang sudah diturunkan di rumah kepling, dimuat kembali ke dalam truk.(BS08)