Beritasumut.com-Ada paradigma masyarakat Sumatera Utara (Sumut, setiap kali memasuki bulan suci Ramadhan listrik PLN selalu mati. Saat memasuki bulan suci Ramadhan, bahkan itu sudah terjadi dalam dasawarsa terakhir. Apa penyebab sering padamnya listrik di saat memasuki bulan Ramadhan tidak pernah diketahui secara pasti. Yang dipastikan adalah krisis listrik di wilayah Kota Medan sekitarnya sepertinya sudah budaya dari tahun ke tahun dan sulit untuk dikikis."Sepertinya pemadaman listrik yang terjadi beberapa hari ini akan terus berlanjut pada bulan Ramadhan. Frekuensi yang tinggi dan tidak adanya komitmen tegas terkait kapan berakhirnya pemadaman menjadi alasan pemadaman berlanjut hingga ramadhan seperti tahun-tahun sebelumnya. Entah apa yang ada dibenak petinggi PT PLN Sumut," kata Sekretaris Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen (LAPK) Padian Adi Siregar dalam keterangan persnya yang diterima wartawan, Jumat (20/05/2016).Yang pasti, lanjutnya lagi, dampak listrik padam sumpah serapah masyarakat memuncak kepada perusahaan setrum milik negara ini. Betapa tidak, pemadaman justru terjadi pada malam hari saat melaksanakan ibadah. PT PLN seperti melecehkan aktivitas kegamaan yang semestinya dihormati atau dihargai.Pemadaman bergilir sebenarnya sudah keterlaluan. Masalahnya pihak PT PLN saat mematikan listrik tanpa melakukan antisipasi sebelumnya dan mematikan lampu secara mendadak. Banyak pihak menilai, kinerja pihak PLN sudah sungguh-sungguh keterlaluan dan sudah pasti masyarakat korban PHP (Pemberi Harapan Palsu) dari PT PLN.Lebih parah lagi, sambung Padian lagi, petinggi PT PLN seperti menjilat ludah sendiri. Petinggi PT PLN lewat media di hadapan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) membuat janji tidak ada pemadaman listrik dan menyatakan pasokan energi listrik aman hingga akhir tahun. "Kalau pemadaman itu gegara ada bencana angin badai atau hujan deras, sebenarnya pemadaman itu masih dapat dimaklumi. Tetapi masalahnya faktor alam atau peristiwa luar biasa sebagai penyebab listrik padam itu sama sekali tidak ada," tegasnya.(BS07)