Beritasumut.com-Penyebaran tenaga dokter di provinsi Sumatera Utara (Sumut) belum merata. Ha ini disampaikan Sekertaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut Afwan Lubis. Kepada wartawan dia mengungkapkan, salah satu penyebab tak meratanya penyebaran dokter di Sumut adalah keengganan dari tenaga kedokteran untuk mengabdikan dirinya bertugas ke daerah terpencil.
"Pemerataan dokter memang belum tercapai, tetapi itu tidak hanya di Sumut saja, melainkan juga di daerah lain. Ini juga menjadi permasalahan bersama," ungkapnya di Medan, Jumat (20/05/2016).
Afwan mengatakan, tenaga kesehatan sejauh ini hanya berkonsentrasi di kota-kota besar saja. Untuk memenuhinya, pemerintah sudah memiliki program Pegawai Tidak Tetap (PTT) serta program nusantara sehat. "Namun jika dokter-dokter yang tidak terikat dengan program pemerintah tersebut, sulit untuk mendorongnya bertugas ke daerah terpencil. Meskipun begitu dengan program tadi, di setiap Puskesmas sudah ada minimal satu dokter umum dan satu dokter giginya," katanya.
Sulitnya mendorong dokter untuk bertugas di daerah terpencil, tidak terlepas dari rata-rata keberadaan dokter yang menempuh pendidikannya dengan biaya sendiri. Selain itu, fasilitas sarana pelayanan kesehatan di daerah juga belum memadai, sehingga membuat dokter menjadi enggan untuk mengabdikan dirinya kesana.
"Kita mendorong supaya Kabupaten/Kota mengakreditasi sarana pelayanan kesehatan mereka. Karena dengannya, kepercayaan masyarakat akan semakin tinggi, dan otomatis masyarakat di daerah tidak akan banyak lagi yang berobat ke inti kota, sehingga tenaga dokter jadi merasa punya arti disana," pungkasnya. (BS02)