Pekan Inovasi Sumut ke-4 Lapangan Merdeka Medan Terkesan Dipaksakan

Redaksi - Kamis, 19 Mei 2016 21:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir052016/beritasumut_Pekan-Inovasi-Sumut-ke-4-Lapangan-Merdeka-Medan-Terkesan-Dipaksakan-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut.com/Ist
Plt Gubsu saat melihat pameran Pekan Inovasi Sumatera Utara di Lapangan Merdeka Medan

Beritasumut.com-Penyelenggaraan Pekan Inovasi Sumut ke-4 tahun 2016 yang digelar di Lapangan Merdeka sejak 19-22 Mei 2016 terkesan dipaksakan. Pasalnya, event yang diselenggarakan Badan Penanaman Modal dan Promosi Sumut bekerjasama dengan PT Camico Loyalindo, Jakarta menarik pungutan kepada peserta pameran.

Dari pantauan di lapangan, sejumlah peserta pameran mengaku dibebani dengan pembayaran booth, di mana untuk booth yang di dalam dibanderol Rp 15 juta sedangkan booth yang di luar sebesar Rp 7,5 juta.

"Kami ini ikut karena merasa gak enaknya karena ada surat yang diteken Pak Plt Gubsu. Makanya kami ikut tapi terpaksa di luar sajalah gak sanggup di dalam," ujar salah seorang peserta pameran yang enggan disebutkan namanya.

Sementara peserta lainnya juga mengaku keberatan dengan adanya pembayaran untuk booth pameran, harusnya jika pemerintah menggelar pameran tidak memungut biaya lagi dari peserta. "Inikan gaweannya pemerintah, harusnya janganlah lagi ada kutipan dari peserta, apalagi kami booth di dalam seperti ini dikutip Rp 15 juta, kalau pameran seperti ini sebenarnya sudah sering kami ikuti, makanya kalau dibebani lagi jadi cost pengeluaran lagi sama kami," terang peserta tersebut.

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Sumut, Purnama Dewi mengakui kalau peserta pameran dibebani biaya booth. "Mereka itu memang membayar, karena kegiatan ini kita gelar tanpa adanya anggaran dari APBD," kata Purnama.

Dijelaskannya, event organizer dari jakarta yang menyelenggarakan kegiatan ini, memang meminta dukungan dari Pemprov Sumut sehingga Pemprovsu membuat surat edaran kepada kabupaten/kota juga instansi terkait. "Kita tidak punya anggaran, tapi promosi ini harus berjalan, maka untuk mendukung EO kami membuat surat imbauan yang diteken pak Plt. Sekali lagi itu surat imbauan bukan paksaan," papar Purnama.

Purnama juga mengakui kalau dirinya juga menerima SMS terkait isu pembayaran booth pameran. "Saya juga menerima SMS terkait ini dan memang saya katakan itu mereka bayar, kan tidak mungkin mereka mau pameran tidak membayar, makanya kalau ada yang mengeluh silahkan temui saya agar dapat saya jelaskan dengan detail," terangnya.

Sementara itu Sekda Pemprovsu Hasban Ritonga mengaku kalau kegiatan yang melibatkan peran serta masyarakat tidak perlu dilakukan tender. Bahkan Hasban mengaku kesediaan peran serta masyarakat dalam kegiatan tersebut patut mendapat apresiasi."Ini patut diapresiasilah karena keikutsertaan masyarakat dalam event ini," ujarnya. (BS03)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Sempat Ditunda, Penerbangan Tujuan Bandara Silangit Kembali Normal

Peristiwa

IMM Desak Kapolda Sumut Mundur

Peristiwa

Gubsu dan Pangdam Layat Korban Tewas Bentrok di Karo

Peristiwa

TPS dan PKL Penyebab Kota Medan Gagal Meraih Adipura

Peristiwa

Pemerintah Pusat Beri Perhatian Besar di Sumut, Masyarakat Diminta Jaga Stabilitas Keamanan

Peristiwa

Pasca Kerusuhan Tanjung Balai, Gubsu Imbau Perkuat Koordinasi Lintas Agama