Beritasumut.com-Untuk mengantisipasi merebaknya kasus Demam Berdarah (DBD), pengamat kesehatan dr Umar Zein SpPD KPTI menyarankan perlunya dilakukan fogging fokus yaitu mencari sumber penularan DBD apakah di rumah atau di sekolah dengan radius seratus meter.
“Fogging fokus itu bisa saja dilakukan sampai sepuluh kali dalam satu hari misalnya di satu kecamatan. Fogging fokus itu juga untuk menekan kasus,” katanya.
Sedangkan untuk antisipasi gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang merupakan vektor penular penyakit DBD, Umar mengatakan dengan mengurangi populasi nyamuk tersebut melalui PSN. “Kalau fogging itu mengurangi nyamuk dewasa dan dilakukan bila ada kasus karena ada vektor penularnya," ujarnya.
DBD jelasnya, adalah demam akut artinya bisa tiba-tiba dan waktunya 2 sampai 7 hari dan ada juga yang 11 hari. “Kalau di atas 7 hari itu biasanya sudah sembuh dan masa krisisnya 3 sampai 5 hari yang dapat menyebabkan terjadinya Dengue Shock Syndrom dan dapat menyebabkan kematian,” pungkasnya. (BS02)