Beritasumut.com-Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Republik Indonesia Muhammad Hanif Dhakiri meminta setiap perusahaan di Indonesia menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Menurut Menaker, K3 bukan menjadi beban perusahaan namun dapat menjadi investasi.
"Penerapan K3 ini jangan sampai dianggap sebagai beban. Ini merupakan investasi, termasuk perusahaan. Karena itulah pelaksanaan K3 haus menjadi prioritas. Saya minta seluruh dunia industri harus menerapkan sistem manajmen K3 dengan melibatkan manajemen perusahaan, serikat pekerja dan para pekerja itu sendiri,” ungkap Menaker saat memberikan penghargaan kepada gubernur, bupati dan walikota di Hotel Bidakara Jalan Gatot Subroto Jakarta, Rabu (18/05/2016) malam. .
Agar pelaksanaan sistem manajemen K3 berjalan dengan baik dan lancer, Menaker minta agar para pengawas tenaga kerja untuk terus melaksanakan pengawasan sehingga seluruh perusahaan benar-benar menjalankan sistem manajemen K3 agar terciptnya zero incident. “Jika tidak ada kecelakaan kerja maupun penyakit yang timbul akibat kerja, tentunya hasil produksi akan lebih meningkat lagi,” ungkapnya.
Selain K3, Menaker juga menyoroti soal pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja. Berdasarkan data yang diperoleh, 85 persen penderita HIV/AIDS mrupakan usia produktif. Tentunya jika hal ini tak disikapi, tentunya berdampak dengan duania usaha, sebab usia produktif merupakan tulng punggung dunia usaha.
Di kesempatan itu Menaker juga memaparkan bahwa 90 persen dari jumlah angkatan kerja yang ada di Indonesia merupakan luluan SLTA, sedangkan tamatan sebayak 68 persen. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah.Untuk itulah pemerintah trus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja tersebut.
“Kita juga berharap dukungan dari pihak perusahaan untuk meningkatkan kompetensi para pekerja, mereka harus memiliki training centre dan program pemagangan kerja yang baik. Kita harus bersama-sama membangun SDM tenaga kerja kita sehingga lebih baik lagi ke depannya,” harapnya.(BS02)