Beritasumut.com-Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Tengku Erry Nuradi meminta kepada kepala daerah yang kawasannya berpotensi tinggi terjadi banjir bandang agar dapat memberikan warning (peringatan) kepada masyarakat jika akan terjadinya bencana. Pasalnya, bencana itu bisa diantisipasi dengan melihat intensitas hujan yang terjadi secara terus menerus dalam beberapa hari.
“Saya sudah sampaikan kepada bupati dan wali kota agar dapat memberikan warning kepada masyarakat, terutama untuk kawasan-kawasan wisata yang selama ini berpotensi tinggi terjadi banjir bandang,” kata Erry, Rabu (18/05/2016).
Instruksi itu sudah disampaikan Erry sebagai upaya untuk mengantisipasi terulangnya kembali bencana banjir bandang seperti di Sibolangit. Oleh karena itu, masing-masing kepala derah harus dapat melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan warning kepada masyarakat.
Seperti diketahui, adapun daerah yang berpotensi tinggi banjir bandang dan longsor di Sumut ada sebanyak 30 kabupaten/kota dan 305 kecamatan. Dari 305 kecamatan itu, 111 kecamatan status potensi kejadian sedang dan 195 kecamatan status potensi kejadian bencana banjir bandang dan longsor tinggi.
Daerah yang berpotensi tinggi terjadi banjir bandang dan longsor yakni Nias Utara, Nias Barat, Nias, Samosir, Tapanuli Utara, Humbahas, Padanglawas, Paluta, Tapanuli Tengah, Sibolga, Dairi, Pakpak Barat, Gunungsitoli, Deliserdang. Artinya, daerah ini bisa berpotensi banjir bandang jika hujan terjadi secara terus menerus selama 2 hingga 3 hari berturut-turut.
Selain itu, daerah kabupaten/kota yang status potensi kejadian bencana banjir bandang dan longsor sedang adalah Toba Samosir, Tapsel, P. Sidempuan, Simalungun, Sergai, Labuhanbatu, Labura, Karo, Asahan, Langkat, Madina, P. Siantar, Nisel, Labusel dan Tanjungbalai. (BS03)