Beritasumut.com-Lokasi relokasi yang disediakan Pemko Binjai untuk ratusan pedagang Pasar Pavip yang menjadi korban kebakaran yang menghanguskan ribuan kios pada 8 Mei 2016 lalu ternyata ditolak para pedagang. Alasannya, lokasi tersebut dinilai tak layak untuk lokasi berjualan.Lokasi yang menjadi tempat sementara pedagang berjualan tersebut terletak di terminal Binjai tak jauh dari Pasar Tavip, Kota Binjai. Hingga saat ini, Pemko Binjai masih melakukan pembangunan lapak sementara dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.Namun, pedagang menganggap lokasi yang disediakan Pemko Binjai tergolong rawan tindak kriminal. Selain itu, bila hujan tiba, lokasi tersebut kerap kali banjir. “Kami tidak setuju dipindah ke sini, becak pun tidak bisa masuk kemari, selain itu di sini rawan juga pencuri, mana ada pembeli yang mau datang,” ujar Farida, salah seorang korban yang merupakan pedagang Pasar Tavip, Selasa (17/05/2016).Sementara itu, anggota DPRD Kota Binjai, Edy Putra yang turun ke lokasi untuk meninjau langsung pembangunan lapak sementara untuk para pedagang, mengatakan, lokasi yang disediakan Pemko Binjai memang tidak layak untung pedagang. “Lokasi ini tidak cocok untuk pedagang, sesuai permintaan pedagang, sebaiknya mereka dikembalikan lagi ketempat mereka kembali, karena lokasi ini tidak layak untuk tempat berdagang," ujarnya.(BS08)