Beritasumut.com-Sejumlah keluarga korban meninggal akibat bencana banjir bandang di Sibolangit yang terjadi Minggu (15/05/2016) mengaku dibuat pusing oleh pihak Rumah Sakit (RS) Bhayangkara. Pasalnya, keluarga dikenakan biaya Rp 5 juta untuk penganggutan jenazah menggunakan ambulance."Kami bingung ini, kami sudah kemalangan begini, masih harus dikenakan biaya ambulance Rp 5 juta," ujar salah seorang keluarga korban, yang tak mau dituliskan namanya, kepada beritasumut.com, Selasa (17/05/2016).Salah seorang dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ( STIKES) Flora, Minarlin, tidak bersedia mengomentari terkait adanya biaya yang ditetapkan oleh RS Bhayangkara. Namun, katanya, sejumlah keluarga korban cukup terbantu dengan adanya bantuan mobil ambulance dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumut. "Beberapa di antaranya diangkut pakai mobil ambulance dari Dinas Kesehatan, jadi sudah terbantu," ujarnya singkat.Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Medan Kombes Farid Amansyah, saat di konfirmasi membantah adanya biaya untuk pengangkutan memakai ambulance RS Bhayangkara untuk korban banjir bandang Sibolangit. "Saya tegaskan tidak ada yang namanya kutipan mobil ambulance. Tidak benar semua itu," ujarnya.(BS04)